Populasi Hewan Penular Rabies (HPR) Rejang Lebong Tertinggi

Keberadaan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabuapaten Rejang Lebong saat ini tertinggi di Provinsi Bengkulu

CURUP, Bengkulu Ekspress – Keberadaan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabuapaten Rejang Lebong saat ini tertinggi di Provinsi Bengkulu. Diamana saat ini total populasi HPR di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 38 ribu ekor.

“Saat ini total populasi HPR di Rejang Lebong ini lebih dari 38 ribu dan didominasi oleh anjing, jumlah tersebut tertinggi di Provinsi Bengkulu,” ungkap Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong Hendra.

Menurut Hendra tingginya HPR di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, karena menurutnya sebagian besar masyarakat Rejang Lebong banyak memelihara anjing untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk menjaga kebun dan berburu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan pihaknya baru-baru ini di wilayah Kecamatan Curup Selatan fokusnya di Desa Tanjung Dalam diketahui, bahwa setiap warga di desa tersebut memiliki satu hingga tiga ekor anjing. “Untuk di Tanjung Dalam sendiri, populasi anjingnya mencapai 300 ekor,” tambah Hendra.

Masih menurut Hendra, pihaknya melakukan monitoring di Desa Tanjung Dalam, karena sebelumnya ada kasus gigitan anjing yang menimpa 4 warga, dimana dari hasil pengecekan laboratorium Bengkulu, anjing yang menyerang warga itu positif rabies.

“Dari hasil pengecekan, ada 4 orang yang digigit dan sudah ada 3 orang yang diberikan Vaksin Anti Rabies, namun 1 orang lagi yang diketahui berumur lansia belum diberikan suntikan, karena 1 penderita gigitan ini tidak kunjung kembali datang ke Puskesmas setempat,” terang Hendra

Dengan tingginya populasi HPR diwilayah Rejang Lebong yang berpotensi besar menyebabkan rabies itu, sikatakan Hendra, pihaknya terus memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya HPR, sehingga pihaknya terus berupaya memberikan dan mendorong masyarakat agar dapat memberi vaksin pada hewan peliharaannya.

“Salah satu upaya pencegahan yang kita lakukan terhadap rabies yaitu memberikan vaksin kepada HPR, hanya saja tidak semua HPR bisa kita vaksin karena kuota vaksin yang kita miliki sendiri tidak cukup untuk seluruh HPR yang ada di Rejang Lebong,” demikian Hendra.(251)