Pondasi Amblas, Jembatan Terancam Ambruk

pondasi-jembatan-amblas-small
Ist/Bengkulu Ekspress. TUNJUKKAN: Dani saat menunjukkan kondisi pondasi jembatan yang amblas dan hampir menimpa rumahnya.

MERIGI, Bengkulu Ekspress – Hujan deras satu minggu terakhir mengakibatkan pondasi jembatan A Rekah di Desa Pulo Geto, Kecamatan Merigi, Kepahiang amblas. Akibatnya, jembatan penghubung Kabupaten Kepahiang dengan Kabupaten Rajang Lebong tersebut terancam ambruk. Jika tidak segera dilakukan perbaikan. Pondasi jembatan setinggi 3 meter tersebut nyaris menimbun rumah warga setempat, A Dani (33) yang rumahnya berada tak jauh dari jembatan tersebut.

A Dani menceritakan, kejadian itu terjadi Senin malam (31/10) ketika hujan dari siang hingga malam. Air hujan mengalir di sela jembatan yang bocor, sehingga mengakibatkan pelapis tebing jembatan menjadi amblas.

“Kejadian tadi malam (kemarin malam, red) saat itu menimbulkan guncangan, saya kira gempa, ternyata pondasi jembatan yang amblas saat dilihat paginya,” tutur Dani, kemarin.

Dani serta masyarakat lainnya mengharap adanya perbaikan secepat mungkin, supaya kekhawatiran warga akan ambruknya jembatan tersebut tidak menjadi kenyataan. Sebab kondisi semakin parah, karena setiap hari jembatan tersebut dilalui kendaraan angkutan bertonase sedang hingga cukup besar.

“Kalau terus-terus dibiarkan dan setiap hari dilalui kendaraan dengan muatan berat tersebut, bisa jadi ambruk total jembatan,” tutur Dani.

Menurutnya, bila selama ini permasalahan jembatan ditanggulangi warga dengan cara bergotong royong membangun jembatan tersebut. Karena memang jembatan tersebut masih dapat diperbaikan dengan membangun alas jembatan. Tetapi untuk jembatan A Rekah kondisi tidak bisa hanya ditambal-tambal semata. Sebab rembesan air sudah menghancurkan pondasi jembatan.

“Kalau yang lalu itu ada warga gotong royong bangun jembatan, itu karena memang masih bisa diperbaiki. Kalau jembatan ini butuh perhitungan teknis dengan penghitungan akurat dan merupakan tanggungjawab provinsi,” demikian Dani. (320)