Polisi Dorong Motor Warga

DORONG: Polisi membantu warga mendorong kendaraan yang macet saat melintas di jalanan yang licin akibat tanah menutup badan jalan di Desa Ulak Lebar, Pino, Senin (31/7).
DORONG: Polisi membantu warga mendorong kendaraan yang macet saat melintas di jalanan yang licin akibat tanah menutup badan jalan di Desa Ulak Lebar, Pino, Senin (31/7).

PINO, Bengkulu Ekspress – Hujan yang mengguyur wilayah Bengkulu Selatan (BS) mulai Minggu sore hingga Senin (31/7) pagi menyebabkan jalan licin. Akibatnya kendaraan tidak berani melintas, khawatir terjadi kecelakaan. Hal tersebut terjadi di jalan raya Desa Ulak Lebar, Pino, Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Pino, AKP Munawan didampingi Kanit Reskrim, Ipda Sasi Raharto SH mengatakan, akibatnya arus lalu lintas macet hingga ratusan meter. “Akibat hujan turun, jalan licin dan kendaraan tidak berani melintas. Hal ini menimbulkan kemacetan,” katanya.
Jalan licin tersebut disebabkan material tanah bangunan warga setempat yang ada di atas jalan turun ke jalan raya setelah disiram hujan. Tanah itu kemudian menimbun badan jalan sepanjang 50 meter dan lebar 6 meter dengan ketinggian 30 cm.
Setelah mendapat laporan warga, kepolisian langsung turun ke lapangan. Hanya saja karena operator alat berat sedang berada di Kota Bengkulu, maka alat berat yang ada di Pino tidak bisa dioperasikan. Kemudian warga secara manual membersihkan tanah yang menimbun badan jalan tersebut.

“Karena operator alat berat sedang diluar daerah, kami bersama warga secara manual dengan menggunakan peralatan seadanya membuang material tanah yang menutup badan jalan,” ujarnya.
Setelah itu, pukul 09.00 WIB seluruh material berhasil dibersihkan, arus lalu lintas lancar kembali. Hanya saja, khusus kendaraan roda dua harus berhatu-hati, sebab meskipun material sudah dibuang, namun masih jalan masih licin sebab jalan masih basah, sehingga dikhawatirkan kendaraan terjatuh.

“Arus lalu lintas saat ini kendaraan sudah lancar, namun harus waspada sebab jalan masih licin khawatir terjatuh saat melintas,” demikian Sasi. (369)