Polemik Nasi Jambar Berlanjut

BENGKULU, BE – Polemik mengenai lomba Nasi Jambar Kunyit yang tidak diselenggarakan dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bengkulu ke-296 ternyata masih menjadi polemik. Hal ini terlihat dari hearing yang diselenggarakan DPRD Kota Bengkulu, kemarin (31/3).
Dalam hearing yang dipimpin Ketua DPRD Kota Erna Sari Dewi SE ini terungkap, sejumlah tokoh adat menyayangkan tak digelarnya lomba Nasi Jambar Kunyit pada perayaan HUT Kota tersebut.
“Padahal kami dari Badan Musyarawah Adat (BMA) sudah bersedia membantu pemerintah bertindak sebagai panitia. Tapi setelah segala sesuatunya sudah siap kegiatannya malah tidak jadi dilaksanakan,” kata Ketua BMA Kota Bengkulu, Drs H S Effendi MS.
Agar hal ini tak terulang, Effendi melanjutkan, ia mengusulkan agar perayaan Nasi Jambar Kunyit ini diselenggarakan sendiri oleh masyarakat. Sementara BMA Kota Bengkulu sendiri akan konsisten untuk membantu pelaksanaan proses ritual perayaan Nasi Jambar Kunyit itu sendiri.
“Kabupaten-kabupaten lain ikut menyelenggarakan dengan mencontoh kita kok kita malah nggak jadi mengadakan. Kalau dibiarkan terus menerus begini saya khawatir anak cucu kita tidak bisa memahami adat Kota Bengkulu lagi,” ketusnya.
Salah satu anggota BMA Kota Bengkulu, Jumratul Aini, menyampaikan bahwa kebudayaan lokal harus dipertahankan dengan sekuat daya. Sebab, lunturnya nilai-nilai budaya dapat merusak tatanan masyarakat.
“Sekarang ini kita peringkat pertama inses, keenam tertinggi pernikahan usia anak, kelima tertinggi gugatan cerai, serta meningkatnya secara tajam angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kalau pemerintah diam saja, kita harusnya merasa malu,” ungkapnya.
Menjawab hal ini, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi SE mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi BMA Kota Bengkulu dengan memanggil sejumlah pejabat Pemerintah Kota yang terkait dengan hal ini. Aspirasi tersebut juga akan dibahas pada tingkat komisi. (009)