PNS Dipukul dan Dicekik Suami

KOTA MANNA, BE – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam wilayah hukum Mapolres Bengkulu Selatan (BS) dengan korban kaum hama, masih kerap terjadi. Kali ini korbannya, Mardeyeni (29), seorang ibu rumah tangga, warga Desa Terulung, Manna.
Wanita yang juga berprofesi sebagai PNS di salah satu SKPD di lingkungan Pemkab BS ini menjadi korban KDRT, hanya lantaran menanyakan BPKB mobil miliknya di salah satu showroom di Bengkulu Selatan (BS).
Bukan jawaban keterangan mengenai BKPB yang diterimanya, akan tetapi dirinya dicekik dan dipukul oleh suaminya sendiri, Agus (31), yang tinggal satu rumah dengan korban. Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian kepala belakang dan luka kecet di bagian leher.
Yang menyakitkan bagi korban, pemukulan yang dialaminya itu dilakukan sang suami di depan umum. Tidak terima dipermalukan di depan umum, korban pun melaporkan sang suami ke Mapolres BS.
Kapolres BS, AKBP Abdul Muis SIK melalui Kasi Humas Polres, Aipda Andi membenarkan telah menerima laporan tersebut. Menurutnya laporan KDRT ini sudah ditangani unit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Sat Reskrim Mapolres BS. Menurut Andi, dari laporan korban diketahui kejadian KDRT itu terjadi pada Rabu (22/4) di showroom “Odeo Motor” Jalan Kolonel Barlian sekitar pukul 14.45 WIB. Saat itu korban menanyakan kepada pihak showroom alasan BPKB mobil yang belum diserahkan oleh pihak showroom ke dirinya, padahal angsuran pembelian mobil tersebut secara kredit sudah lunas. Hanya saja, sewaktu korban sedang bertanya, kemudian datang terlapor dan langsung memukul serta mencekik pelapor.
“Laporan KDRT ini sudah kami terima dan ditindaklanjuti unit PPA Sat Reskrim,” ujar Andi. (369)