PMI Upayakan Darah Gratis

ary-cek-pelaksana-transfusi-darah-2
Ketua PMI Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah SH (berdiri) saat mengecek langsung proses transfusi darah di unit donor darah PMI Rejang Lebong yang ada RSUD Curup. (Foto ARY/BE).

 CURUP, BE – Bila selama ini masyarakat yang membutuhkan darah masih bayar saat melakukan penebusan di unit donor darah PMI Rejang Lebong, ke depannya PMI Kabupaten Rejang Lebong akan mengupayakan agar darah yang dibutuhkan masyarakat tersebut benar-benar gratis. “Meskipun selama ini darah yang kita berikan gratis dari pendonor, namun masyarakat masih tetap bayar sebesar Rp 250 ribu,” jelas Ketua PMI Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah SH saat ditemui di unit donor darah PMI Rejang Lebong yang ada di RSUD Curup, Jumat (25/11) kemarin.

Dijelaskan Hendra, selama ini masyarakat masih dibebani biaya lantaran setelah dilakukan transfusi darah dari pendonor. PMI akan melakukan sejumlah pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan apakah darah tersebut baik digunakan atau tidak seperti mengandung penyakit atau tidaknya. Dalam menentukan apakah darah tersebut bisa digunakan atau tidak petugas akan melakukan 6 item pemeriksaan dilaboratorium.

“Selain untuk biaya pemeriksaan darah, dana yang dikeluarkan juga untuk mengganti biaya pembelian kantong darah,” papar Hendra.

Lebih lanjut Hendra menjelaskan, bila dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Bengkulu biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat Rejang Lebong yang membutuhkan darah lebih rendah. Karena menurutnya untuk daerah lain dana yang dikeluarkan masyarakat untuk mengambil darah sebesar Rp 350 ribu.

Namun menurut Hendra, meskipun biaya yang dikeluarkan di Rejang Lebong lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain. PMI Rejang Lebong kedepannya akan berusaha untuk mengratiskan biaya darah tersebut. Untuk menggratiskan biaya pengambilan darah hasil transfusi tersebut, PMI Rejang Lebong akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong.

“Kita akan melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan, sehingga saat masyarakat akan mengambil darah dari pendonor tidak bayar lagi, karena sudah dibayar melalui Jamkesda,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan persediaan darah di bank darah PMI Rejang Lebong. Menurut Hendra hingga kemarin sebanyak 75 kantong. Stok darah yang berada di bank darah PMI Rejang Lebong tersebut didominasi oleh darah dengan golongan A dan O. Sedangkan untuk golongan darh B dan AB menurut Hendra sangat dikit, bahkan menurutnya PMI sangat kesulitan untuk menemukan masyarakat yang memiliki golongan darah B dan AB tersebut

“Untuk golongan darah B dan AB memang sangat sedikit, oleh karena itu kita mengharapkan bagi masyarakat yang memiliki darah B dan AB untuk bisa mendonorkannya,” harap Hendra.

Terkait dengan donor darah ini sendiri, Hendra mengaku PMI Rejang Lebong mengajak seluruh masyarakat Rejang Lebong untuk rutin melakukan donor darah, karena menurutnya manfaat dari donor darah ini akan sangat besar bagi kesehatan tubuh. (251)