PMI Defisit 400 Kantong Setiap Bulann

Darah

Darah untuk Kehidupan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu mengalami membutuhkan darah sekitar 800 hingga 1000 kantong setiap bulannya atau 30 sampai 35 kantong per harinya. Namun hingga saat ini PMI Kota Bengkulu masih defisit hingga 400 kantong darah tiap bulannya, hal ini ditengarai akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya.

Kepala Divisi Tranfusi PMI Kota Bengkulu, dr Annelin Kurniati mengungkapkan, saat ini kebutuhan darah di Kota Bengkulu mencapai 1000 kantong perbulannya, namun hal ini belum mampu terpenuhi semuanya karena ketersediaan darah yang terbatas terutama golongan darah AB.

“Hingga saat ini masih defisit kurang lebih hingga 400 kantong perbulan, sehingga banyak permintaan darah yang belum terpenuhi terutama golongan darah AB,” ujar Annelin kemarin (17/9).

Annelin mengatakan, hingga triwulan I 2017, stok darah yang ada di PMI Kota Bengkulu yaitu golongan darah A sebanyak 669 kantong, golongan darah B sebanyak 640 kantong, golongan darah O sebanyak 886 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 258 kantong. Pihaknya telah melakukan berbagai upaya, namun belum mampu memnuhi permintaan darah di kota Bengkulu yang cukup banyak. Pihak PMI bahkan telah mengaktifkan layanan mobil donor keliling milik PMI namun permintaan darah belum terpenuhi. “Meskipun keberadaan mobil donor keliling bantuan PMI pusat itu sangat membantu PMI Kota Bengkulu dalam memenuhi permintaan darah meskipun belum mencukupi sepenuhnya,” kata Annelin.

Diungkapkan Annelin, mobil donor keliling itu beroperasi mulai Senin hingga Sabtu, namun hasilnya tidak terlalu signifikan.

Kegiatan di sejumlah instansi dan lembaga yang mewajibkan donor darah juga sering dilakukan dan biasanya hasilnya cukup baik.

“Kami juga mengandalkan event yang banyak dilakukan dan bekerjasama dengan kami agar pesertanya mau mendonorkan darahnya. Hasilnya terkadang cukup baik,” ungkap Annelin.

Annelin menambahkan, dengan mobil donor keliling itu, PMI juga menjangkau pendonor di kampus-kampus seperti di Universitas Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, IAIN, Universitas Hazairin dan lainnya. Termasuk juga di pusat keramaian seperti di mall-mall dan pusat perbelanjaan lainnya. Upaya tersebut dilakukan agar PMI Kota Bengkulu memiliki persediaan darah yang cukup dan bisa digunakan bagi yang membutuhkan.

Bahkan layanan donor darah dilakukan di tingkat RT dan RW hingga kelurahan juga dengan mobil donor keliling.

“Tetapi Kami memiliki kendala pada bulan-bulan tertentu seperti di Kampus akan sepi karena hari libur, apalagi pendoror aktif yang masih sedikit,” sambung Annelin.

Lebih jauh Annelin mengatakan, saat ini minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya masih rendah. Donor sukarela yang datang langsung ke Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI masih sangat sedikit yaitu kurang dari 5 orang per hari, bahkan donor sukarela yang mendatangi gerai donor darah juga kurang dari 5 orang per minggu.

Selain itu, donor sukarela yang mendatangi event donor darah yang diadakan instansi/perusahaan/komunitas juga bervariasi bahkan sangat sedikit juga kurang dari 5 orang dalam satu event. Hal tersebut terbukti dari fakta di lapangan dimana dalam seminggu PMI hanya mampu mendapatkan rata-rata 5 kantong darah.”

Perbandingan pendonor dengan masyarakat yang membutuhkan sumbangan darah hampir tiga kali lipat.

Biasanya untuk menutupi kekurangan ini diupayakan oleh keluarga pasien sendiri atau dari bank darah di RSUD M Yunus,” tutur Annelin.

Terakhir Annelin mengajak masyarakat Bengkulu untuk mendonorkan darahnya melalui PMI hingga bisa digunakan untuk membantu yang membutuhkan bantuan darah. Selain itu donor darah juga bisa membantu menyehatkan tubuh si pendonor. “Ayo donor darah, selain bisa membantu sesama juga bisa menyehatkan tubuh kita,” tukasnya.(999)

Data Pasokan Darah Triwulan I 2017
1. Gol. A , Jumlah 669
2. Gol. B, Jumlah 640
3. Gol. O, Jumlah 886
4. Gol. AB, Jumlah 258
Total 2.453