Plt Gubernur Bengkulu: Jadikan Kopi Tren dan Gaya Hidup

MINUM KOPI: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama unsur Forkominda dan ASN Pemprov Bengkulu meminum kopi premium khas Bengkulu bersama-sama dalam kegiatan peringatan Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober di Lapangan Upacara Pemprov Bengkulu, Rabu (11/10).
Rio. Bengkulu Ekspress. MINUM KOPI: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama unsur Forkominda dan ASN Pemprov Bengkulu meminum kopi premium khas Bengkulu bersama-sama dalam kegiatan peringatan Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober di Lapangan Upacara Pemprov Bengkulu, Rabu (11/10).

International Coffee Day 2017

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah secara langsung mengajak semua unsur pejabat yang ada di Provinsi Bengkulu, untuk minum kopi bareng. Ngopi bareng itu dilakukan, untuk memperingati International Coffee Day 2017.

Minuman kopi sudah menjadi hal lumrah yang dilakukan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Bengkulu. Tak heran minuman kopi itu menjadi sajian wajib setiap pagi, bagi para pencinta kopi. Untuk meningkatkan kegemaran minum kopi, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengajak unsur pejabat, baik dari Bupati, Korem 041/Gamas Bengkulu, Polda Bengkulu, Perbankan, Kejaksaan, Pengadilan, Rektor Univeritas, pejabat eselon II hingga semua pejabat yang ada dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk mengopi bareng di halaman kantor Gubernur Bengkulu.

Tujuan ngopi bareng ini, tidak lain dikatakan Rohidin Mersyah untuk meningkatkan produktifitas kopi di Bengkulu. Apalagi, kopi Bengkulu sendiri sudah banyak dikenal di Indonesia, sebagai salah satu provinsi pemproduksi kopi terbaik di Indonesia.

“Kopi kita ini tidak kalah dengan daerah lain dan sudah diakui kualitas rasanya jadi kopi terbaik,” ujar Rohidin, usai menggelar peringatan International Coffee Day 2017, di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, kemarin (11/10).

Secara produksi, kopi Bengkulu dalam setahunnya petani dapat melakukan pemanenan mencapai 60 ribu ton. Sementara jumlah petani kopi Bengkulu mencapai 60 ribu petani. Dalam setahunya, satu petani kopi bisa memproduksi kopi sampai 1 ton. Kopi-kopi terbaik ini dijual tidak hanya dalam provinsi, tapi sampai diluar provinsi bahkan sampai ke luar negeri. “Tapi tidak bisa dipungkiri, kopi mentah Bengkulu dibeli oleh provinsi tetangga. Produksi kopi jadinya, diklaim kopi dari provinsi itu. Padahal bahan bakunya itu diambil dari Bengkulu. Ini yang harus kita perhatikan, agar kopi Bengkulu benar-benar berasal dari Bengkulu,” ungkapnya.

Untuk menekan kopi sebagai produk asli Bengkulu itu, Rohidin meminta masyarakat minum kopi itu tidak hanya sekeder ngopi saja. Tapi jadikan minum kopi itu sebagai gaya hidup. Bahkan kopi Bengkulu bisa dijadikan sebuah oleh-oleh khas Bengkulu. Dengan demikian, para pecinta kopi di Indonesia bisa lebih tau dan mengenal, bahwa kopi Bengkulu merupakan kopi dengan rasa terbaik di Indonesia.

“Ayo sama-sama jadikan minum kopi sebagai tren gaya hidup. Dimana pun bisa ngopi. Apalagi sekarang, cafe di Bengkulu sudah banyak menyajikan kopi dan kedai-kedai kopi juga sudah banyak dibuka,” tambah Rohidin.

Tak hanya itu saja, setiap instansi maupun pemerintah dan swasta juga diminta untuk setiap saat menyajikan kopi asli Bengkulu. Jadi bagi rekanan yang datang bisa ikut mencicip kopi Bengkulu. Ketika terterik dan ketagihaan maka kopi Bengkulu akan semakin dicari. “Ini juga penting. Karena butuh promosi untuk mengenalkan. Cara ini menjadi cara efektif, jika memang setiap kantor-kantor menyajikan kopi asli Bengkulu,” katanya.

Minum kopi yang disajikan langsung dari komunitas kopi Bengkulu itu, Rohidin yang mendapatkan sajian khusus bersama pejabat lainnya langsung mecicip rasa khas kopi Bengkulu. Notabene kopi-kopi terbaik yang disajikan itu kopi petik merah berasal dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang.

Setelah ngopi bareng dan dihibur oleh penampilan musik organ tunggal, para pejabat ini pun langsung asik dengan nyanyi dan goyang bersama. Tak berhenti dengan keseruan itu saja, Plt Gubernur tidak mau diam saja, dirinya juga ikut berjoget bersama dengan para pejabat lainnya.

Dikatakan Rohidin peringatakan International Coffee Day 2017 harusnya diperingati pada tanggal 1 Oktober. Namun baru bisa dilaksanakan pada kemarin (11/10). Selain untuk meningkatakan produktifitas dan kualitas kopi Bengkulu, peringatan ini juga sebagai bentuk apresisai kepada para petani untuk tetap memberikan produk kopi terbaik.

“Apresiasi kita berikan kepada para petani kopi. Jadi kedepan kita minta tetap mempertahankan kualitas kopi Bengkulu,” ujar mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan, Resnawan YS mengatakan untuk meningkatan produk kopi Bengkulu. Tahun depan, Provinsi Bengkulu akan memiliki kampung kopi. Kampung kopi itu akan ditempatkan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. “Tahun depan kita akan buat kampung kopi. Jadi langkah ini juga sebagia bentuk peningkatan wisatawan,” terang Resmawan.

Sejauh ini, rencana pembuatan kampung kopi itu sudah mendapatkan dukungan dari dua kabapaten tersebut. Termasuk dari pemerintah pusat juga sudah memberikan restu untuk pembuatannya. Dengan demikian, maka kopi Bengkulu akan lebih dikenal di Indonesia.

“Respon dari kabupaten sangat baik. Kita sedang siapkan, untuk bisa direalisasikan tahun depan,” pungkasnya.

Acara ngopi bareng dalam peringatakan International Coffee Day 2017 itu dihadiri oleh Bupati Kepahiang H Hidayat, Plt Sekdaprov Bengkulu H Gotri Suyanto, Kepala Ombudsman RI perwakilan Bengkulu Herdy Puryanto, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu Bram Brahmana, Kepala Kanwil Perbendaharaan Negara Provinsi Bengkulu Rinaldi SE MSc, Kepala Kemenkumham Bengkulu Ilham Jaya, Dir Sabhara Polda Bengkulu Kombes Pol Asep Teddy Nurrasyah SIk, perwakilan Korem 041/Gamas Bengkulu dan pejabat penting lainnya. (151)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*