Plt Gub Pilih Wisata Lokal

Bengkulu
EKO/Bengkulu Ekspress Plt Gubernur Dr H Rohidin Mersyah saat mengunjungi Benteng Malborouhg, kemarin (29/6).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah bersama keluarga memilih objek wisata lokal yang ada di Bengkulu untuk mengisi liburan pada lebaran ini.

Setidaknya ada 4 objek wisata yang dikunjungi Rohidin, kemarin (29/6), yakni Pantai Panjang, Tapak Paderi, Benteng Malborouhg dan tempat pusat belanja oleh-oleh khas Bengkulu di Kelurahan Anggut, Kota Bengkulu.

“Tempat wisata kita lebih bagus dibanding harus berkunjung ke tempat wisata lain yang ada di luar provinsi,” terang Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (29/6).

Seperti di Pantai Panjang saja, lanjut Rohidin, ribuan wisatawan dari berbagai daerah dan luar provinsi memadati wisata yang terkenal dengan panjangnya dan masih terjaga pantainya tersebut.

Terbukti dengan banyaknya kendaraan bernomor polisi (Nopol) BG dari Sumsel, B dari Jakarta dan BH dari Jambi yang terparkir disepanjang Pantai Panjang tersebut.

“Kita lihat, antusias wisatawan yang datang ke Bengkulu sangat meningkat sekali. Ini bukti bahwa objek wisata yang ada di Bengkulu memang patut untuk dikunjungi,” tuturnya.

Rohidin juga menekankan kepada semua penjaga pantai, mulai dari Tagana, Polair dan pihak lainnya untuk tetap mengawasi wisatawan yang ingin mandi di pantai. Jangan sampai nantinya ada hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tahun-tahun sebelumnya menimbulkan korban jiwa akibat ombak laut.

“Kita juga sudah minta untuk terus diawasi,” ujar Rohidin.

Dari kawasan Pantai Panjang hingga ke kawasan wisata Tapak Paderi, ada 3 hal yang akan dititik jadikan perhatian serius. Pertama terkait keamanan pantai, penyusunan tempat parkir dan pusat-pusat penjualanan makanan.

“Tempat parkir dan kawasan kuliner itu penting untuk dirapikan. Jadi akan lebih tertata dengan baik. Dalam waktu dekat, kita akan koordinasikan dengan Pemda Kota untuk penataannya,” ujar Rohidin.

Tak hanya itu saja, Rohidin bersama keluarga juga mengelilingi kawasan Benteng Malborough.

Di tempat yang bersejarah ini juga dipadati pengunjung.

“Kita lihat juga di kawasan Benteng ini, pengujung berdesak-desakan untuk masuk ke Benteng. Nah, nanti rencananya akan dibuat jalur masuk dan keluar. Jadi lebih mudah memasuki Benteng,” bebernya.

Termasuk pemandu wisata juga akan disiapkan khusus di kawasan wisata Benteng Malborough ini. Sehingga nantinya para pengunjung lebih mudah mempelajari sejarah yang ada di Benteng peninggalan Inggris itu.

“Minimal ada pemandu yang menggunakan megaphone. Jadi, bisa memadu pengujung,” ungkap Rohidin.

Begitupun dengan penjualan cindera mata atau oleh-oleh Bengkulu juga harus tersedia dengan baik. Rohidin menegaskan penjualan oleh-oleh itu juga jangan sampai harganya terlalu mahal. Karena ini juga akan menjadi ciri khas orang yang datang ke Bengkulu.

“Jualnya juga harus murah. Ini penting, wisatawan juga akan senang untuk berbelanja oleh-oleh dari Bengkulu. Ke depan kita akan bahas semua ini, sehingga destinasi wisata Bengkulu benar-

Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) Masih Ramai

Sementara itu, sejumlah objek wisata di Bengkulu, pada H+5 lebaran kemarin masih diserbu masyarakat untuk bersantai bersama keluarganya.

Salah satunya adalah objek wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS).

Pantauan Bengkulu Ekspress di kawasan objek wisata yang berada dipinggir jalan ini, selain banyak pengunjung yang ingin melepas lelah, di kawasan inipun kerap terjadi penumpukan kendaraan, bahkan sempat macet. Kondisi itu juga ditandai dengan laju kendaraan roda dua maupun roda empat.

Salah satu pengunjung asal Seluma, Budi mengatakan sengaja singgah ke DDTS selain ingin menikmati panorama alam, sekaligus beristirahat setelah perjalanan panjang.

Namun ia menyayangkan kawasan objek wisata alam satu ini tidak ada lahan parkir, sehingga setiap pengunjung kesulitan memarkirkan kendaraannya.

Sehingga terpaksa harus parkir dipinggir jalan, hingga menyebabkan kawasan jalan kian sempit.

“Maunya dibuat sarana dan prasarana seperti lokasi parkir sehingga pengunjung nyaman,” sarannya.

Sementara itu, Erik, pedagang setempat tak membantah hal itu. Menurutnya tempat parkir menjadi kewenangan dari pemerintah. Ia bersama dengan rekan pedagang lain telah berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan terhadap pengunjung dapat diterima dengan senang hati, sehingga pengunjunng dapat kembali ke lokasi ini.

Diakuinya, jumlah pengunjung tahun ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan pengunjung DDTS kebanyakan warga luar Kota Bengkulu, mulai Seluma, Bngkulu Utara, Curup dan ada juga yang dari Pagar Alam, dan Lubuklinggau.

“Tahun ini kunjungan lumayan sepi dibanding tahun lalu, mungkin disebabkan kemacetan serta kondisi jalan yang kurang bagus,” imbuhnya. (247/151)