Plt Gub Peringatkan Kontraktor Wajib Selesai Tepat Waktu

Bengkulu
EKO/Bengkulu Ekspress TINJAU: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat meninjau pembangunan jalan provinsi di Kabupaten Bengkulu Utara.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA sepertinya tidak mau kecolongaan akibat tak maksimalnya pengerjaan proyek infrastruktur jalan dilakukan kontraktor pemenang tender lelang proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Provinsi.

Sebab itu, Plt Gubernur melakukan peninjauan langsung pembangunan jalan disejumlah titik di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dan Lebong, kemarin (6/9).

Dimana untuk di Kabupaten Bengkulu Utara, Rohidin Mersyah yang didampingi oleh Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Oktaviano SE, meninjau pembangunan jalan Kerkap Giri Mulya sampai Giri Mulya Atas Tebing dengan panjang jalan 20 kilometer, pagu anggaran sebesar Rp 39,3 miliar.

Dari tinjauan langsung itu, Rohidin melihat jalan tersebut belum sepenuhnya selesai atau hanya 60 persen pembangunan selesai dilakukan. Plt Gubernur langsung memberikan warning kepada kontraktor pengerjaan, untuk cepat menyelesaikan pengerjaan. Jangan sampai nantinya, pengerjaan tidak tepat waktu sampai akhir tahun ini.

“Komitmen harus dikerjakan dengan baik. Jadi harus tepat waktu, jadi kita akan pantau terus,” terang Rohidin kepada Bengkulu Ekspress, saat meninjau pembangunan jalan di Giri Mulya Atas Tebing Kabupaten Bengkulu Utara.

Ditegaskannya, selain selesai tepat waktu pembangunannya. Pengerjaan atau spek jalan juga jangan sampai dikurangai dari perencanaanya. Jika hal ini terjadi, dipastikan kontraktor tersebut nantinya akan menjadi temuan dan bakal terjerat masalah hukum. “Semua harus dipantau, mulai fisik pembangunan sampai keuangannya harus sesuai aturan,” paparnya.

Meski demikian, dari hasil sidak itu, Rohidin merasa pembangunan sudah mulai maksimal. Tinggal lagi nantinya, ketika ada beberapa item pembangunan, seperti kekurangan drainase maupun pelapis tebing dapat dianggarakan pada APBD tahun depan. “Kalua ada yang belum masuk dalam paket pengerjaan, bisa dianggarkan lagi. Dengan demikian, umum jalan dapat lebih panjang,” tambah Rohidin.

Dalam kesempatan itu, Rohidin juga menegaskan kepada pihak kontraktor untuk tidak bermain-main dengan pengerjaan jalan. Sebab, jika kembali terjadi temuan maka Pemprov akan kembali gagal menyandang opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Untuk itu, Rohidin meminta kepada inspektorat untuk melakukan pengecekan secara berkala dilapangan. Jika perlu, sebelum pembayaran akhir dalam pengerjaan yang sudah hampir 100 persen, dapat ditahan terlebih dahulu. Ketika Inspektorat memastikan tidak ada kejanggalan dengan pengerjaan proyek maka sisa pembayaran kepada kontraktor dapat dilunasi. “Nanti pasti ada protes dari kontraktor, tidak masalah. Biar tidak ada temuan lagi yang lebih besar,” ungkapnya.

Dalam sidak jalan itu, Plt Gubernur dan rombongan melanjutkan ke titik jalan Atas Tebing ke Muara Kabupaten Lebong dengan panjang jalan 10 kilometer, pagu anggaran Rp 10 miliar. Lalu dilanjutkan ke Tes ke Muara Aman, panjang jalan 20 kilometer, pagu Rp 39,9 miliar. Hari ini, Rohidin pun melanjutkan ke titik jalan provinsi di Kabupaten Rejang Lebong. (151)