Pimpin Pasar Perbankan Syariah, BSM Terapkan SPAN

Branch Manager BSM Bengkulu, Iswahyudi SE=
Branch Manager BSM Bengkulu, Iswahyudi SE

BENGKULU, Bengkulu Ekspress  – Bank Syariah Mandiri (BSM) terus melakukan banyak terobosan baru, agar semakin memimpin di kelas Perbankan Syariah di Indonesia. Salah satunya menjadi Bank Syariah pertama dan satu-satunya yang telah menggunakan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) dalam pengelolaan gaji di berbagai instansi pemerintahan.

Branch Manager BSM Bengkulu Iswahyudi SE mengatakan, saat ini BSM merupakan bank syariah pertama yang ditunjuk sebagai Bank Operasional Dua (BO2) untuk menyalurkan pencairan dana gaji bulanan untuk Kementerian Negara/ Lembaga/ Satuan Kerja.

“BSM sudah dipercaya sebagai pengelolaan gaji di berbagai instansi pemerintahan dengan sistem yang sudah lulus UAT dari kementerian keuangan,” ujar Iswahyudi pada BE kemarin (4/8).
Diungkapkan Iswahyudi, saat ini BSM semakin gencar masuk ke instansi pemerintah vertikal yang tersebar di seluruh provinsi Bengkulu untuk pengelolaan gaji PNS/TNI/POLRI.

“Setelah ditunjuk sebagai BO2 kami semakin gencar untuk masuk ke berbagai instansi untuk pengelolaan gaji instansi-instansi yang ada,” ungkap Iswahyudi.
Sebagai bank berbasis syariah, lanjutnya, maka PNS yang menghendaki penyaluran rekening gajinya dapat dilakukan di BSM, karena telah memenuhi syarat Kemenkeu sebagai Bank BO2.

“Sebelumnya sudah ada delapan cabang yang ditunjuk oleh Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN) di daerah sebagai pelaksana pembayaran gaji PNS (BO2),” sambung Iswahyudi.

BSM sebagai BO2 semakin memudahkan satker/ kementerian dalam membayarkan gaji PNS dimana ia menjelaskan, keuntungan bagi BSM tersebut antara lain banyak kerja sama yang bisa dikembangkan dari kerja sama BO2.

“Tak hanya pengelolaan gaji, kerjasama juga dapat dilakukan misalnya pembiayaan PNS untuk kepemilikan rumah, kendaraan, renovasi, pendidikan, dan lain-lain,” jelas Iswahyudi.

Iswahyudi menambahkan, saat ini BSM, juga satu satunya Bank Syariah yang masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha 3 (BUKU 3), yaitu bank yang modal intinya lebih dari 5 triliun dan kurang dari 30 triliun.

“Masuknya BSM ke dalam kelompok Bank BUKU 3 merupakan wujud dari komitmen pemegang saham untuk terus memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi,” tambah Iswahyudi.
Hal itu sesuai Peraturan OJK Nomor 6/POJK.03/2016 mengenai Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, BUKU 3 dapat melakukan seluruh kegiatan usaha perbankan, baik dalam rupiah maupun dalam valuta asing dan penyertaan modal pada lembaga keuangan di Indonesia dan/atau di luar negeri terbatas pada wilayah regional Asia.

“Karena masuk kategori BUKU 3 maka BSM bisa melakukan semua kegiatan usaha perbankan,” jelas Iswahyudi.

Terakhir Iswahyudi menambahkan, sinergi dengan induk usaha Mandiri tentunya semakin menambah lagi kekuatan BSM untuk tetap menjadi Bank Syariah terbesar di Indonesia.

“Kami yakin dengan berbagai terobosan dan sinergi yang baik kami bisa menjadi bank syariah terbesar dan mampu melayani semua kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (999)