Peternak Ikan Air Tawar Terancam Gulung Tikar

PADANG JAYA, BE – Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu, ternyata sampai sekarang dampaknya masih dirasakan oleh para peternak ikan air tawar  di Kecamatan Padang Jaya. Sebab, dengan kenaikan BBM ini para peternak ikan air tawar harus mengeluarkan dana banyak dalam pengelolaannya.
Karyono, salah satu peternak ikan air tawar   di desa Tambak Rejo, Kecamatan Padang Jaya  mengatakan beberapa keluhan yang di alami sekarang. Sejak naiknya harga BBM kendala yang dialami para  peternak yakni pemasaran ke distributor, harga pakan, harga jual dan ongkos distribusi sekarang menjadi hal  menakutkan bagi para peternak. Karena semua aspek tersebut saat ini mengalami kenaikan harga  signifikan, belum lagi harga jual saat ini anjlok. “Pasokannya diantar ke 3 wilayah, yakni Kota Bengkulu, Bengkulu Selatan dan Muko-Muko,” ujarnya.
Selama memasok ke 3 wilayah tersebut, sebelum naiknya harga BBM, dalam semalam pihaknya mampu mendistribusikan ikan tersebut ke pemasok sebanyak 2-3 ton. Tetapi sekarang hanya mampu memasok 1 ton semalam. Bukan hanya dari segi pasokan, harga ikanpun anjlok. Seperti ikan Mas, sebelumnya mencapai Rp 22 ribu  sekarang hanya di patok dengan harga Rp 20 ribu. Harga pakan, yang mulanya bisa dibeli dengan harga Rp 273  ribu sekarang mencapai Rp 282 ribu perkilonya. “Semejak BBM naik, nasib kami sekarang diujung tanduk, kalau begini terus bisa dipastikan peternak di desa ini  lambat laun akan gulung tikar semua,” imbuhnya.
Menurutnya, jika biasanya saat panen 4 bulan sekali ia mampu meraup keuntungan sebanyak 7 juta lebih. Sekarang hanya mendapatkan penghasilan 3 juta, itupun bisa jadi kurang dari target. “Kami berharap pemerintah melirik nasib kami sekarang, mau makan apa kami apabila harga-harga terus  melonjak,” pungkasnya. (927