Petani Tewas Gantung Diri

gantung-diri-ilustrasi-_120129230945-136

ULU MANNA, BE – Warga Dusun Batu Aji Desa Kayu Ajaran, Ulu Manna kemarin pagi mendadak heboh. Pasalnya salah satu warganya Saibin (36) yang berprofesi sebagai petani ditemukan tewas tergantung di pohon duku dengan jarak sekitar 15 meter di belakang rumahnya. Jenasah korban sudah dikebumikan kemarin sekitar pukul 11.00 WIB di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Kapolres Bengkulu Selatan (BS), AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Pino, AKP Munawan membenarkan adanya salah satu warga di wilayah hukumnya ditemukan tewas gantung diri. Menurutnya, korban ditemukan tewas gantung diri ditemukan oleh istrinya sendiri saat bangun tidur hendak mencari korban sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut Munawan, korban diperkirakan antara pukul 04.00 WIB -05.30 WIB Rabu (9/11) pagi hari. Sehingga diduga disaat istri dan anaknya sedang tidur, kemudian korban diam-diam keluar rumah lewat pintu belakang. Lalu korban naik ke pohon duku dengan jarak 15 meter di belakang rumahnya. Korban sudah sudah menyiapkan tali nilon.

Kemudian korban naik ke pohon duku dan mengikatkan tali nilon ke dahan duku dengan ketinggian 4 meter. lalu ujung nilon diikatkan ke lehernya. Setelah itu, korban terjun ke bawah dengan ketinggian kaki 1 meter dari tanah. Sehingga sekitar pukul 06.00 WIB istri korban menemukan korban sudah tergantung kaku dengan leher terikat nilon. Lalu istri korban berteriak histeris. Mendengar teriakan istri korban, warga berdatangan. lalu sebagian warga menghubungi pihaknya. Setelah itu, setelah pihaknya tiba di lokasi, jenasah korban diturunkan dari batang duku.

“Berdasarkan pemeriksaan kami di lapangan, tidak ada kekerasan pada tubuh korban, sehingga dipastikan korban tewas murni karena bunuh diri,” ujar Munawan.

Ditambahkan Munawan, dari keterangan warga dan pihak keluarga, korban mengakhiri hidupnya diduga karena masalah keluarga terutama masalah ekonomi.Diduga karena kehidupan ekonominya yang tergolong miskin, korban tidak kuat.

“Berdasarkan keterangan warga, korban bunuh diri karena masalah ekonomi,” tutup Munawan. (369)