Petani Keluhkan Harga Sayuran

Ari, Purwanti salah satu petani di Selupu Rejang saat mengumpulkan kol hasil panen, saat hasil panen melimpah petani masih mengeluhkan harga sayuran yang tidak stabil (2)

SELUPU REJANG, BE – Tak stabilnya harga sayuran ditingkat petani di Kabupaten Rejang Lebong masih menjadi kendala sendiri bagi para petani. Dengan kondisi tersebut pihaknya kesulitan untuk menentukan jenis sayuran apa yang akan mereka tanam.
“Harga ini tak jelas mas, kadang tiba-tiba naik, kadang turun, jadi kita bingung. termasuk untuk menentukan sayuran apa yang akan kita tanam juga bingung, takutnya saat panen harganya anjlok,” keluh Purwanto (36) salah stau petani sayur di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang.
Purwanto mencontohkan, harga sayuran yang saat ini sedang tidak stabil adalah kol atau kubis. Dimana menurutnya saat ini harga Kol ditingkat petani hanya dihargai Rp 1.000, padahal beberapa hari sebelumnya sudah menyentuh angka RP 1.300 per Kg. Meskipun menurutnya harga saat ini sudah lumayan mahal ketimbang harga sebelum yang hanya diharga Rp 250 pe Kg pada bulan Februari hingga Maret lalu.
“Hari ini Rp 1.000 per Kg, tapi kita tidak tahu besok, apakah naik atau justru turun,” tambah Purwanto.
Selain harga Kol, Harga terong ungu pun mengalami nasib yang sama dimana harganya tidak pernah stabil. ia mencontohkan saat ini terong ungu hanya di hargai Rp 500 per Kg, padahal sepekan sebelumnya harga terong ungu sudah menyentuh angka Rp 2.000 per Kg.
“Saat ini harga yang sudah mulai membaik adalah tomat, dimana harganya sudah mencapai Rp 3 ribu per Kg, padahal sebelumnya hanya dihargai Rp 300 per Kg,” jelas Purwanto.
Untuk mensiasati kendala yang dihadapi para petani di Selupu Rejang mulai melakukan sejumlah inovasi sehingga tidak terlalu merugi. Salah satunya dengan menanam sayur dengan cara tumpang sari. Salah satu yang mulai melakukannya adalah Nasup (41).
Dilahan yang ia miliki, Nasup menanam dua jenis sayuran secara bersamaan yaitu kol dan wortel. Dengan dimanfaatkan melalui sistem tumpang sari ini, ia mengakui mendapat penghasilan lebih atau bisa menutupi bila satu jenis sayuran harganya anjlok.
“Bila harga kol masih murah bisa ditopang dari panen wortel yang saat ini harga wortel sedikit membaik,” aku Nasup.
Namun menurut Nasup, selain masalah harga yang tak stabil, salah stau kendala yang selama ini masih dialami para petani adalah serangan hama dan penyakit. Beberapa penyakit yang sedang menyerang tanaman mereka saat ini adalah seperti Kol yang diserang ulat grayak, kemudian tomat diserang penyakit tembong, terong ungu terserang layu buah dan batang serta serangan ulat pada wartel.
“Selain karena penyakit, cuaca yang tidak jelas juga menjadi kendala juga, contohnya tiba-tiba panas yang belebihan kemudian hujan membuat sayuran kita mati,” jelas Nasup.(251)