Petani Karet Kian Terpuruk

karet

BINTUHAN, BE – Harga getah karet anjlok dari Rp 5 ribu menjadi menjadi Rp 4 ribu per kilogram (kg). Ini disebabkan hujan mengguyur wilayah di Kabupaten Kaur sepekan terakhir.

“Hampir setiap hari hujan, bagaimana mau menyadap karet untuk bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari kami terpaksa beralih profesi, seperti mencari batu maupun pasir di kali ataupun pekerjaan lainnya,” ujar Ibrahim (42) salah satu petani karet Desa Suka Raja Kecamatan Tetap kemarin.

Saat hujan tanaman karet sama sekali tidak dapat disadap. Sehingga petani memilih berhenti menyadap sementara waktu. Karena jika tetap menyadap karet, akan sia-sia karena curah hujan akan menghabiskan getah karet ada di dalam mangkuk sadapan. “Kalau batang karet basah maka getah karet akan mengalir tidak melewati alur sadapan,” ujarnya.

Terpisah dikatakan Lihin (34), salah satu penyadap karet yang berdomisili di Kecamatan Maje. Kondisi ekonomi keluarganya saat ini kian terpuruk. Hal itu akibat terus anjloknya harga penjualan karet saat ini.

“Harga jual getah karet akhir-akhir ini terus merosot, untuk harga penjualan getah karet mingguan mencapai Rp 4 ribu perkilogramnya, bayangkan kalau dalam satu minggu kita hanya mendapat 100 kilogram maka hasil yang didapat sekitar Rp 400 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut Lihin mengatakan, selain harga jual murah curah hujan yang tinggi juga membuat petani semakin enggan untuk menyadap getah karet. Curah hujan yang tinggi menyulitkan petani untuk menyadap getah karet, sebab alur getah pada pohon karet akan terisi air hujan dan hal itu akan membuat mangkuk penampung getah akan cepat penuh oleh air hujan.

“Dalam satu minggu terakhir, saya hanya menyadap 3 hari selebihnya karena hujan maka saya beralih sebagai tukang ojek dadakan,” ujarnya.

Ditambahkannya, para petani berharapkan bagi pihak terkait bisa membantu jangan sampai harga karet ini semakin murah. Sehingga para petani karet tidak kesusahan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. “Kami minta kepada pemerintah bisa mengatasi harga karet ini, dan kami minta harga karet ini kembali normal seperti biasanya,” harapnya. (618)