Petani Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun Karet

EVAKUASI: Warga saat mengevakuasi jasad petani yang ditemukan tak bernyawa di kebun karetnya, pada Kamis (13/7).
EVAKUASI: Warga saat mengevakuasi jasad petani yang ditemukan tak bernyawa di kebun karetnya, pada Kamis (13/7).

KEDURANG ILIR, Bengkulu Ekspress – Warga Air Sulau, Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) heboh. Pasalnya warga setempat menemukan seorang petani karet Usup (70) yang sudah dalam kondisi tak bernyawa atau meninggal dunia di kebun karet miliknya sendiri.

Dinarto (48) warga Desa Air Sulau, Kedurang Ilir menuturkan, korban ditemukannya sudah meninggal pada Kamis (13/7) sekitar pukul 09.15 WIB. Menurutnya, saat itu dirinya melintas di jalan di kebun korban. Kemudian saat melintas, dirinya melihat korban seperti sedang tidur di pinggir jalan dekat sepeda motor korban yang terparkir. Bahkan saat itu posisi korban sedang bersandar pada tangki semprot racun rumput. Lalu Dinarto mengira korban sedang tidur, kemudian menegurnya. Hanya saja, teguran nya tidak dijawab korban. Kemudian dirinya mendekati korban dan mencoba untuk membangunkannya, tetapi korban tak kunjung bangun. Lalu dirinya langsung menghubungi kades setempat.

“ Saat itu saya melintas dan melihatnya (korban red) seperti sedang tidur, lalu saya sapa, namun tidak dijawabnya, kemudian saya dekati dan coba membangunkannya, namun karena tak kunjung bangun, saya menghubungi kades,” ujarnya.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Kedurang, Ipda Anandiya Marco Diaz membenarkan adanya penemuan warga yang meninggal di kebun karet tersebut.

Menurutnya, dari penuturan keluarganya, pada Kamis pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB, korban pergi ke kebun karetnya hendak menyemprot rumput. Korban pergi ke kebun menggunakan sepeda motor Honda Supra Fit wana hijau. Hanya saja diduga, saat hendak menyemprot, korban kena serangan penyakit angin duduk, sehingga korban meninggal di kebunnya.

“Keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian korban, pada tubuh korban tidak ditemukan bekas benturan benda tumpul, diduga kuat korban meninggal karena serangan penyakit angin duduk, jenazahnya sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat pada Kamis sore,” terang Marco sapaan akrab Kapolsek Kedurang ini. (369)