Petani Cabai Gagal Panen, Rugi Puluhan Juta Rupiah

IRUL/BE GAGAL: Salah satu petani cabai di Desa Padang Petron yang menunjukan cabai yang gagal panen lantaran busuk dan keriting, Minggu (2/4).
IRUL/BE GAGAL: Salah satu petani cabai di Desa Padang Petron yang menunjukan cabai yang gagal panen lantaran busuk dan keriting, Minggu (2/4).

KAUR SELATAN, BE – Sejumlah petani cabai di Desa Padang Petron Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur menelan kerugian puluhan juta rupiah, akibat gagal panen karena cuaca buruk. Hujan badai yang terjadi selama ini, membuat tanaman cabai yang baru berumur dua bulan itu busuk dan berbungga menjadi keriting serta menguning.

“Seharusnya sebentar cabai ini panen, tapi tanaman kali ini gagal panen karena daun dan buah cabai sekarang dikit dan keriting,” keluh Joni (32), petani cabai Desa Padang Petron kepada BE, kemarin (2/4).

Dikatakannya, satu hektar cabai yang ia tanami itu jika bagus, satu kali panen bisa mencapai 60 Kg cabai. Dengan kondisi saat ini para petani cabai beruntung kalau masih bisa mendapatkan 20 Kg sekali panen. Bahkan akibat daun cabai keriting dan menguning, saat ini dirinya dipastikan mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Untuk seribu batang cabai, petani biasanya menghabiskan dana paling besar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.

“Saat ini harga cabai kalau orang ambil di kebun Rp 25 ribu per kg. Kalau tanaman cabainya normal dan tidak keriting seperti ini, bisa mendapatkan keuntungan. Tapi kalau seperti ini modal saja tidak kembali,” ujarnya.
Ditambahkannya, ia berharap agar pemerintah daerah (Pemda) melalui dinas terkait dapat turun ke lokasi perkebunan cabai milik warga untuk mencari solusi agar tanaman cabai tidak mati, dan kalau bisa memberikan bantuan. Karena hampir semua petani cabai saat ini mengeluhkan kondisi daun cabai yang keriting dan menguning.

“Saya sudah berusaha mengatasinya, tapi masih saja seperti ini. Saya berharap dari dinas terkait memberikan solusinya dan minta bantuan karena kami belum pernah dapat bantuan,” harapnya.

Senada juga disampaikan, Nova (43) yang juga merupakan petani cabai di Desa Padang Petron. Ia mengaku para petani di daerah ini terpaksa harus mengeluarkan biaya yang lebih lagi untuk membeli obat dan melakukan penyemprotan tanaman cabai mereka yang belum terkena penyakit itu.

“Jangankan untung modal saja sekarang tidak balik, karena untuk membeli obat saja sudah banyak saya keluarkan, tapi daun cabai ini masih saja keriting dan buahnya kuning. Kami minta ada solusinya dari dinas terkait masalah ini,” tandasnya. (618)