Pertumbuhan Ekonomi Melambat

DENDI - Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah saat memimpin rapat  (2)

BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu dalam kurun waktu 2014 memang terjadi perlambatan bahkan jauh dari target yang sudah ditetapkan.  Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tahun ini hanya 5,14 persen.  Pertumbuhan tersebut jauh dari target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bengkulu sesar 6,8 hingga 7,0 persen.

“Walaupun melambat, tapi pertumbuhan ekonomi kita masih berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,01 persen,” ungkap gubernur.

Menurutnya, melambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut disebabkan menurunkan kinerja perekonomian Indonesia dan perekonomian global selama tahun 2014 ini. Selain itu juga disebabkan beberapa faktor, yakni masih rendahnya jumlah dan nilai investasi yang masuk ke Provinsi Bengkulu, belum berkembangnya industri hilir pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) sehingga belum memberikan nilai tambah dan efek ganda terhadap perekonomian.

“Penyebab lainnya adalah belum optimalnya sinergitas antara pemerintah, akademisi dan dunia usaha dalam memanfaatkan sumber daya daerah,” ujarnya.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Junaidi, diperlukan pembangunan wadah partisipasi diantara 3 elemen tersebut dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing daerah.
“Jika sinergitas itu sudah terbangun, maka saya optimis pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan meningkat dan mampu mencapai target yang sudah ditetapkan,” ucapnya.
Sedangkan untuk PDRB perkapita pada tahun 2014 ini, Junaidi mengaku belum dapat dihitung, karena penghitungan PDRB tersebut baru bisa dilakukan setelah tahun ini berakhir. Namun demikian, pendapatan perkapita masyarakat tahun ini diperkirakan meningkat, karena mengacu pada pendapatan perkapita tahun 2013 lalu mencapai angka Rp 15,09 juta dan berada pada interval target yang sudah ditetapkan sebesar Rp 13,68 juta hingga Rp 15,90 juta. Namun angka tersebut masih jauh dibandingkan dengan pendapatan perkapita secara nasional yang menembus angka Rp 36,5 juta.

“Untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan perkapita ini ditunjang oleh beberapa program atau kegiatan pembangunan yang ada di beberapa SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta beberapa SKPD lainnya,” tutupnya. (400)