Pertamina Tambah Pasokan Gas 3 Kg

BENGKULU, BE – Beberapa minggu belakangan ini elpiji (gas) isi 3 kg mulai langka di Kota Bengkulu. Kelangkaan tersebut tidak hanya terjadi di warung-warung atau tingkat pengecer, melainkan juga terjadi di agen-agen penyalur sehingga harganya melambung di atas Rp 35.000 per tabungnya ditingkat pengecer.
Untuk menghindari terjadinya kelangkaan yang dapat menyebabkan keributan di masyarakat, Pertamina Bengkulu menambah pasokan elpiji 3 kg untuk Provinsi Bengkulu sebanyak 11 persen dari kuota keseluruhan jatah untuk Provinsi Bengkulu tahun ini atau bertambah 23.430 tabung.
“Mulai hari ini pasokan tambahan mulai kita salurkan ke seluruh pangkalan dan distributor yang ada di Provinsi Bengkulu. Ini untuk menghindari adanya kelangkaan lagi,” kata Sales Eksekutif Elpiji Pertamina wilayah Bengkulu dan Jambi, Pararama Ramadhan, kemarin.
Dengan ditambahnya pasokan itu, maka Ramadhan optimis, penambahan tabung gas elpiji sebanyak 23.240 buah tersebut mampu mengatasi terjadinya kelangkaan yang terjadi sepekan terakhir ini. Karena penambahan 11 persen itu bukan angka yang sedikit, melainkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Bengkulu untuk beberapa minggu saat tidak terjadi kelangkaan.
“Kami yakin tambahan pasokan sebanyak 23 ribu lebih itu, mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga tidak menyebabkan kelangkaan lagi,” ungkapnya.
Ramadhan pun tak menampik adanya kelangkaan elpiji melon itu, namun setelah adanya penambahan stok, ia belum mendapatkan laporan apakah masih ada kelangkaan atau tidak.
Kelangkaan itu terjadi menjelang Idul Adha 24 September lalu yang diduga disebabkan banyaknya pengguna tabung gas 12 kg beralih menggunakan tabung gas 3 kg yang dinilai lebih murah.
“Asumsi sementara kelangkaan terjadi karena banyak yang beralih menggunakan tabung gas 3 kg. Buktinya permintaan tabung gas 12 kg  menurun di sejumlah distributor hingga 7.000 tabung gas atau sekitar 30 persen dari pasokan keseluruhan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ramadan tak mau berspekulasi menyebutkan kemungkinan kelangkaan tersebut terjadi karena ada indikasi kecurangan dari pengecer dan distributor tabung gas 3 kg, seperti mengoplos gas dari tabung 3 kg ke tabung gas 12 kg.
“Kami sama sekali tidak menduga akan terjadi kelangkaan tabung gas 3 kg ini, karena berdasarkan perhitungan kami kebutuhan masyarakat seperti bulan-bulan sebelumnya jauh dibawah itu,” tutupnya.(400)