Perkosa Siswi SMP, Bujangan Dibekuk

 a_kriminal_bengkulu_perkosaan_1

KOTA MANNA, BE – Pa (20) Pino Raya harus meringkuk dibalik jeruji besi Mapolres Bengkulu Selatan (BS). Pasalnya pria yang masih bujangan ini dibekuk oleh anggota Satreskrim Mapolres BS, Senin (28/11) sekitar pukul 20.30 WIB di rumahnya. Sebab dirinya dilaporkan sebagai pelaku pemerkosaan terhadap siswi kelas 1 salah satu SMPN di Kabupaten Seluma.

Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rizqi Akbar didampingi KBO Reskrim, Iptu R Ginting membenarkan telah membekuk pelaku pemerkosaan terhadap Melati (12) nama samaran warga Desa Cinto Mandi, Pino Raya. Namun karena orang tuanya di kebun Daerah Provinsi Jambi, dirinya dititipkan di rumah saudara orang tuanya di Kecamatan Semidang Alasa Maras, Seluma. “Pria yang diduga pelaku perkosaan siswi SMP ini sudah kami bekuk,namun masih dalam pemeriksaan,” katanya.

Menurut Ginting, dibekuknya Pa setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban Senin (28/11) pagi. Dalam laporan tersebut korban telah diperkosa oleh terlapor di salah satu rumah warg di Dusun Cugung Kebun, Desa Napal Melintang, Pino Raya, Sabtu (26/11) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. “Setelah menerima laporan, kami langsung bergerak dan pelaku berhasil kami bekuk di rumahnya,” ujar Ginting.

Sementara itu beberapa warga yang ditemui di Mapolres BS kemarin, salah satunya mengaku paman korban, mengaku sebelum terjadinya pemerkosaan itu, pelaku terlebih dahulu menelpon istrinya dan mengatakan jika orang tua korban mengirim uang melalui mobil travel. Kemudian, pelaku menjemput korban menggunakan kendaraan sepeda motor di rumah dirinya di SAM. Pelaku pamit kepada dirinya hendak mengantar korban mengambil kiriman uang dari orang tua Korban di Simpang Kelutum, Pino Raya. Lalu, Jum’at (25/11) sekitar pukul 15.00 WIB, dengan diantar pelaku, korban berencana mengambil uang kiriman orang tuanya dari Jambi di Simpang Kelutum.

Hanya saja setibanya di lokasi, ternyata terlapor telah menipu korban. Sebab tidak ada kiriman uang dari orang tua korban. Lalu oleh terlapor, korban dibawa mengendarai sepeda motor ke arah Kota Manna. Hanya saja setelah itu korban dibawah ke rumah kakak terlapor di Dusun Cugung Kebun, Desa Napal Melintang, Pino Raya. Sehingga sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari korban dipaksa terlapor untuk melayani nafsu bejatnya. Saat itu korban sempat berontak dan menolak ajakan terlapor. Akan tetapi karena kuatnya pegangan tangan korban, sehingga korban kalah tenaga.

Akhirnya kehormatan korban direnggut secara paksa oleh terlapor. Meskipun terlapor sudah memperkosa korban, namun korban belum juga diantar pulang oleh terlapor. Hal itu membuat keluarga korban mulai cemas mencari keberadaan korban. Akhirnya Sabtu paginya, terlapor menghubungi keluarga korban menyebutkan korban berada di Pino Raya.

Mendapat telepone tersebut, keluarga korban langsung mencari korban ke Desa Cinto Mandi, Pino Raya. Sebab keluarga korban mengira korban berada di rumah neneknya. Hanya saja setibanya di Desa Cinto Mandi, korban tidak ditemukan. Akhirnya keluarga korban menemui terlapor, sebab terlaporlah yang menjembut korban pada Jum’at sore. Meskipun pada awalnya terlapor sempat mengelak memberitahukan keberadaan korban, namun akhirnya terlapor menyebutkan korban berada di rumah kakaknya di Dusun Cugung Kebun. Sehingga korban dijemput dan dibawa pulang.

“Korban satu kali diperkosa terlapor, saat ini korban merasa malu dan sudah tidak mau lagi sekolah, sehingga kami minta terlapor diproses hukum,” harap paman korban. (369)