Perbaikan Jalan Nasional Diklaim 70%

BENGKULU, BE – Kepala Satker Jalan Nasional Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum PU Provinsi Bengkulu, Bambang Eko mengungkapkan bahwa pemeliharaan jalan nasional wilayah II mulai dari perbatasan Kota Bengkulu hingga ke perbatasan Kabupaten Kaur berupa tebas bayang hingga tambal sulam diluar paket terkontrak sudah terealisasi hingga 70 persen.

Pemeliharaan jalan tersebut merupakan program rutin pemerintah, karena setiap jengkal jalan nasional harus dalam kondisi baik agar tidak menyebabkan kecelakaan dan hamabatan transportasi. Hanya saja realisasiannya dengan anggaran sebesar Rp 50 juta per kilometer tersebut belum mencukupi, namun tetap di realisasikan dengan maksimal.

“Jika melihat tingkat kerusakannya, anggaran yang dibutuhkan jauh lebih besar. Tetapi ada juga dengan anggaran sebesar itu berlebih, sehingga dibuat sistem subsidi silang,” terang Bambang kemarin.

Menurutnya, kendala dalam pelaksanaan perbaikan jalan tersebut adalah ketersediaan peralatan dan tenaga yang sering kali terbentur dengan pekerjaan lain.
“Dalam melakukan pemeliharaan jalan tersebut kita mengedepankan prioritas, tetapi bukan mengesampingkan pemeliharaan rutin jalan nasional dilokasi yang sudah tidak perlu melakukan pemeliharaan,” bebernya.

Sementara, Kepala Satker Jalan Nasional Wilayah I Kementerian PU, Zakaria, menyebutkan pemeliharaan jalan di wilayah satu yang meliputi jalan nasional dari perbatasan Bengkulu hingga ke Kabupaten Mukomuko dan Curup Kabupaten Rejang Lebong, berjalan sesuai harapan. Ditargetkan Desember mendatang sudah terealisasi 100 persen.

“Pemeliharaan jalan nasional wilayah I ini juga berlaku untuk jalan yang rusak akibat bencana alam, seperti yang terjadi di Bengkulu Utara yang membutuhkan perbaikan bersifat darurat sebelum turunnya anggaran untuk perbaikan terkontrak pada tahun anggaran berikutnya,” demikian Zakaria. (400)