Perawat Tuntut TPP

AUDENSI : Perwakilan PPNI Kabupaten Benteng saat melakukan audensi dengan Bupati dan Sekda Benteng, Kamis (3/8).
AUDENSI : Perwakilan PPNI Kabupaten Benteng saat melakukan audensi dengan Bupati dan Sekda Benteng, Kamis (3/8).

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mendatangi kantor Bupati Bengkulu Tengah (Benteng), Kamis (3/8).
Kedatangan mereka untuk menyampaikan beberapa permintaan kepada bupati secara langsung. Salah satunya adalah mengharapkan agar adanya pemberian tambahan penghasilan pegawai (TTP) bagi para perawat yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

“Pemberian TPP bagi para PNS di lingkungan Pemda Benteng telah diberlakukan pada tahun 2017 ini. Akan tetapi, TPP tidak diberikan kepada kami (perawat,red). Kami berharap diberikan perlakuan serupa, yakni pemberian TPP,” pinta Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Benteng, Ns Noni Rahmi Darti SKep kepada BE.
Menurut Noni, kebijakan yang diberikan kepada 142 orang perawat yang berstatus PNS di Kabupaten Benteng seolah belum adil. Pasalnya, para perawat saat ini belum mendapatkan uang ataupun honor lebih diluar gaji pokok mereka.
Lain halnya dengan para guru yang diberikan sertifikasi ataupun para penyuluh diberikan honor khusus.

“Selain gaji pokok, kami juga tidak mendapatkan uang tambahan lain. Sebab itulah, TPP juga layak diberikan kepada kami,” pintanya.
Pantauan BE, kedatangan perwakilan PPNI benteng ini disambut baik oleh Bupati Benteng dan langsung melakukan audensi di ruangan kerja bupati.
Selain mengusulkan pemberian TPP, PPNI juga menyampaikan beberapa tunturan lain, seperti permohonan agar diberikan dukungan tertulis dari bupati mengenai revisi UU ASN tentang pengangkatan tenaga honorer atau tenaga kerja sukarela (TKS) yang terus menerus bekerja di institusi pemerintah paling sedikit 3 tahun agar langsung diangkat menjadi CPNS tanpa adanya batasan umur. Selain itu, rombongan perawat ini juga meminta agar adanya 1 orang tenaga perawat untuk 1 desa se-Kabupaten Benteng.

“Revisi UU ASN tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS saat ini masih berjalan di DPR RI. Sebab itulah, para perawat meminta dukungan dari para Gubernur dan Bupati se-Indonesia. Setelah mendapatkan dukungan tertulis dari Gubernur Bengkulu, kami juga meminta dukungan dari Bupati Benteng,” ungkap Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Provinsi Bengkulu, Rangkung Diego AMd Kep.
Terpisah, Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH didampingi Sekda Benteng, Muzakir Hamidi SSos MM mengapresiasi kedatangan perwakilan PPNI Kabupaten Benteng tersebut.

“Secara peribadi, saya sangat setuju dengan apa yang diusulkan. Asalkan semuanya sesuai dengan prosedur. Apa yang disampaikan akan dibahas dulu bersama OPD teknis, yakni Dinas Kesehatan. Terkhusus permintaan dukungan tertulis, saya rasa dukungan dari Gubernur Bengkulu sudah cukup untuk mewakili para bupati se-Provinsi Bengkulu,” tukas Bupati.(135)