Perampok Habisi Nyawa 2 Korban

ARY/BE Pondok kebun milik korban perampokan yang terjadi pada Selasa (14/11) kemarin. Dimana dipondok ini dua orang korban meninggal dunia dibunuh dengan sadis oleh para pelaku perampokan.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Perampokan sadis terjadi di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong pada Selasa (14/11) dini hari. Akibat kejadian tersebut, dua dari tiga korban meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia dalam perampokan yang terjadi di Dusun III Desa Tebat Pulau tersebut adalah Ahmad Saidina (60) warga Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu dan Endang Sujana (48) warga Desa Lemeupit Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong. Sedangkan korban satu lagi adalah Kanada (27) mengalami luka lebam di bagian mukanya. Kanada yang merupakan anak dari Ahmad Saidina sempat pinsan saat aksi perampokan menimpa ketiganya pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Menurut Kanada, saat akan melaporkan kejadian tersebut ke SPK Polres Rejang Lebong, mengungkapkan kejadian nahas yang dialaminya bersama sang ayah dan kakak sepupunya dari Lebong terjadi saat tengah malam. Saat itu ia bersama ayah dan kakak sepupunya yang meninggal tengah tertidur pulas.

“Saat tertidur tersebut, tiba-tiba ada yang menggedor pintu pondok kami minta dibukakan pintu,” cerita Kanada.

Saat itu, menurut Kanada, salah satu pelaku sempat memanggil namanya untuk membukakan pintu, saat itu ketiganya sempat berdebat karena Kanada curiga ia tidak mengenal suara yang memanggilnya tersebut, sehingga yang menolak perintah ayah dan kakak sepupunya untuk membuka pintu. Namun akhirnya ia pun mengikuti permintaan ayah dan kakak sepupunya untuk membuka pintu karena para pelaku terus menggedor dan meminta dibukakan pintu.

“Saat itu kami sempat bertanya untuk kami, orang yang diluar mau minta air minum karena mereka kelelahan setelah berburu,” tambah Kanada.

Saat pintu sudah dibuka Kanada, kemudian menurut Kanada salah satu pelaku langsung mencekik dan memukulnya dengan benda tumpul. Kemudian pelaku lainnya langsung menyiram ayah dan kakak sepupunya dengan air cabai, setelah itu, Kanada mengaku pingsan iya baru sadar setelah beberapa saat, saat sadar tersebut, Kanada mengaku kaki dan tangannya sudah diikat sedangkan sang ayah dan kakak sepupunya sudah terkapar dan diduga meninggal dunia.

Saat sadar dari pingsan, Kanada mengaku melihat sejumlah pelaku tengah menggiring motor jenis Honda Revo yang sebelumnya mereka parkirkan di ruangan yang ada di bawah pondok. Selain mengambil motor korban, para pelaku juga mengambil sejumlah Hp korban dan dompet korban.

“Untuk mukanya saya tidak kenal, karena selain gelap kejadiannya juga cepat sekali,” aku Nada.

Meskipun sempat melihat para pelaku membawa sepeda motor mereka, namun Kanada hanya diam saja, sembari menunggu para pelaku menghilang yang kabur ke arah Punggung Lalang. Setelah merasa aman kemudian Kanada melepaskan ikatan ditubuhnya. Saat ikatan tersebut berhasil ia lepaskan, kemudian ia langsung meminta pertolongan warga yang berada tak jauh dari pondok mereka.
Warga yang dimintai pertolongan oleh Kanada, langsung menghampiri rumah pondok korban dan sebagian lagi menghubungi petugas kepolisian. Petugas kepolisian yang mendapat informasi tersebut langsung menuju tempat kejadian perkara. Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB ketiga korban sempat dibawa ke RSUD Curup, meskipun dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Dari hasil identifikasi petugas medis RSUD Curup, untuk korban Ahmad Saidina diduga meninggal karena mengalami luka akibat benda tumpul, dimana dibagian muka korban Ahmad Saidina petugas menemukan adanya bekas pukulan benda tumpul, bahkan pukulan benda tumpul tersebut 6 kiki korban patah, bibir pecah, mata lebam dan bentuk muka sudah tidak simetris lagi. Akibat kejadian tersebut Ahmad Saidina mengeluarkan darah dari hidung dan telinga.

Sementara itu, untuk korban Endang Wijaya, selain diduga meninggal karena pukulan benda tumpul juga karena jeratan tali dibagian lehernya, hal tersebut terlihat dari adanya bekas jeratan tali dileher korban, serta korban juga mengalami luka robek diantara jempol dan telunjuk kiri.
Sedangkan korban Kanada, mengalami luka lebam dibagian muka, ada bekas cekikan dileher dan keluar dari dari hidung.

Setelah sempat mendapat pemeriksaan dari petugas medis di RSUD Curup, kemudian sekitar pukul 05.30 Selasa pagi jenazah kedua korban langsung dibawa ke rumah duka. Untuk korban Ahmad Saidina di bawa ke Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya. Karena didesa Tebat Pulau korban hanya berkebun saja. Kebun yang ia urus sendiri bukan kebun miliknya, melainkan milik Jen Warga Pungguk Lalang, dimana kebun itu sendiri sudah puluhan tahun di kelola oleh korban.

Sedangkan korban, Endang Wijaya dibawa keluarganya ke Desa Lemeupit Kecamatan Lebong Sakti. Karena Endang sendiri merupakan warga Desa Lemeupit, dimana saat kejadian ia hanya menumpang bermalam di pondok kebun pamannya.

Sementara itu Kades Tebat Pulau Heri Asmadi ditemui di lokasi kejadian membenarkan adanya kasus perampokan yang terjadi diwilayahnya, menurutnya, dari keterangan warga sekitar pelaku diduga lebih dari 3 orang.

” Kalau yang sempat dilihat warga sekitar pelakunya sekitar 5 sampai 6 orang, yang kabur kearah Desa Pungguk Lalang,” terang Heri Asmadi.

Disisi lain, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Chusnul Qomar SH SIK membenarkan adanya aksi perampokan di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu tersebut. Bahkan menurut Kasat Reskrim petugas dari Polres Rejang Lebong dan Polsek Bermani Ulu telah melakukan olah TKP di pondok korban.

“Hingga saat ini kita masih melakukan pengembangan, sejumlah saksi sudha kita mintai keterangan, dalam waktu dekat ini para pelakunya akan segera kita amankan,” demikian Kasat Reskrim.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*