Perajin Rejang Lebong Diajak ke Yogyakarta

Kadis Koperasi NUKM Perindag Rejang Lebong Suhandak SH MHum - Copy

CURUP, BE – Untuk memberikan daya saing setelah berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Rejang Lebong, akan mengirim sejumlah perajin makanan ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Kepala Diskopukmperindag Rejang Lebong, Suhandak SH MHum, para perajin yang akan mereka bawa ke Kota Gudeg tersebut adalah para perajin makanan ringan. “Di sana mereka akan dilatih cara membuat cemilan dari bonggol pisang,” ungkap Suhandak.

Karena menurut Suhandak, di DIY, bonggol pisang sudah bisa dimanfaatkan untuk dijadikan makanan ringan salah satunya keripik. Sedangkan untuk di Rejang Lebong sendiri saat ini bisa dibilang belum dimanfaatkan padahal potensi bonggol pisang di Rejang Lebong sangat banyak.

“Memang sudah ada yang memanfaatkannya, namun belum maksimal dan belum dikomersilkan,” jelas Suhandak.

Lebih lanjut Suhandak menjelaskan, dalam kegiatan pelatihan tersebut setidaknya lima perajin asal Rejang Lebong akan mereka bawa ke DIY. Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah kelompok perajin makanan yang ada di Rejang Lebong.

Mereka nanti akan berada di Yogyakarta sekitar satu minggu, disana mereka akan mempelajari secara detail cara pembuatan olahan makan dari bonggol pisang salah satunya menjadi olahan keripik.

“Kita rencanakan akan diberangkatkan pada bulan Mei mendatang,” papar Suhandak.

Dengan adanya pelatihan tersebut, Suhandak berharap selain bisa memanfaatkan bonggol pisang sebagai olahan makanan, nantinya juga bisa menambah nilai ekonomi bagi perajin makanan ringan yang ada di Rejang Lebong dan bisa bersaing dalam MEA yang sudah berlaku sejak awal tahun 2016 ini. (251)