Penjual Batu Akik Tewas Sekeluarga

keluarga-yang-tewas-di-jatinegara-berjualan-batu-akik-bOoCEBBqBu

BENGKULU, BE – Niat berdagang batu akik ke Jakarta ternyata membawa petaka. Satu keluarga asal Desa Pasar Sebelat, Puteri Hijau, Bengkulu Utara ditemukan tewas mengenaskan. Mereka terbujur kaku di dalam sebuah mobil Granmax warna hitam dengan nopol BD 1821 AH yang terparkir di di Jalan Bekasi Barat I, Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (17/4).
Ketiganya teridentifikasi bernama Buyung Mira (42) dan istrinya Desti Oktavia (37) serta anaknya Candra Putra (4).
Saksi mata sekaligus rekan korban, Edi (45) mengatakan, dia sangat terkejut saat mendapati tetangganya itu sudah tewas di dalam mobil. Satu keluarga ini merupakan pedagang batu akik dadakan dan biasa tidur di dalam mobil.
Awalnya, Edi mengira kalau teman satu kampungnya itu sedang tidur dengan lelapnya di dalam mobil Daihatsu Grand Max bernomor polisi BD 1821 AH warna hitam. Namun saat dibangunkan, mereka terus saja tertidur.
“Mereka ini tetangga saya semua, satu kampung di Desa Suka Makmur, Kecamatan Putri Hijau, Bengkulu. Kesehariannya itu mereka memang satu keluarga biasa tidur di dalam mobil dan mereka baru dua bulan di Jakarta dagang batu,” ujarnya.
Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya korban, hanya saja dari informasi yang berhasil dihimpun BE, korban meninggal lantaran menghisap obat nyamuk yang dinyalakan di dalam mobil.
“Saya baru tahu dari kakak saya, Muharman (45). Katanya kakak sudah meninggal didalam mobil karena obat nyamuk. Mereka pergi untuk berjualan batu akik ke Jakarta. Biasanya mereka membawa 400-500 kg batu akik dari Bengkulu Utara,” terang adik korban, Lusiarni (36), ditemui BE, di kediamannya yang berlokasi di jalan TP Kasim Nasir RT 11, RW 1, Tengah Padang, Teluk Segar, Kota Bengkulu, kemarin.
Ia tak menyangka musibah ini menimpa korban, sebab selama berdagang batu akik di Jakarta korban tak pernah tertidur di dalam mobil. Pun begitu, ia mengaku telah mengikhlaskan musibah tersebut.
“Biasanya, setiap ke Jakarta mereka selalu menginap di penginapan. Saya juga terkejut mendengar kabar korban meninggal di dalam mobil,” imbuhnya.
Selain itu, Lusiarni menjelaskan, korban meninggalkan satu orang anak yang bernama, Cellsi (2) yang memang sengaja ditinggal di rumahnya saat korban pergi ke Jakarta. Diakuinya, sebelum musibah ini terdengar, anak korban sudah memiliki firasat seolah sudah mengetahui bahwa korban akan akan meninggal. Hal tersebut terlihat pada tingkah laku anak korban yang terlihat aneh sebelum peristiwa tersebut terjadi.
“Malam hari sebelum korban meninggal, Cellsi selalu memanggil ayah kepada setiap orang yang melintas di depan rumah. Tak hanya itu, ketika anak saya bertanya kepada Cellsi, kenapa ayahnya belum pulang, saat itu ia menjawab bahwa ayah dan ibu nya sudah meninggal,” terangnya
Dijelaskan Lusiarni, korban berangkat dari Bengkulu sejak Sabtu (11/4) lalu dan tiba di Jakarta untuk berjualan batu akik pada Minggu (12/4) sore. Dengan mobil yang bereda, mereka berangkat bersama Muharman  yang menggunakan mobil Avanza. Sesuai dengan rencana, korban akan pulang paada hari ini, namun dikarenakan tempat pengoper batu akik tersebut sedang pergi ke Bandung, rencana pulang terpaksa dibatalkan. Naasnya, korban ditemukan dengan kondisi tak bernyawa oleh Muharman saat hendak menunaikan ibadah salat subuh, Jumat (17/4) pagi.

Jemput Jenazah
Kapolres Bengkulu, AKBP Hendri H Siregar melalui Kabag Ops, Kompol Bayu Catur Prabowo SIK. mengungkapkan berdasarkan koordinasi dengan Polsek Puti Hijau, saat ini tokoh masyarakakat dan keluarga korban sudah menjemput tiga orang jenazah ke Jakarta. “Informasi menganai warga Bengkulu Utara yang meninggal karena menghisap asap obat nyamuk di Jakarta memang benar. Kami sudah mendapatkan informasi itu. Saat ini tokoh masyarakat dan keluarga korban sudah menjemput jenazah ke Jakarta,” kata Bayu.
Senada dikatakan Waka Polres Kabupaten BU, Kompol Arif Rahman SH MH. Ia mengatakan, keluarga pergi ke Jakarta tujuannya menjual batu akik. Meninggalnya tiga orang keluarga itu, sementara dipastikan karena keracunan menghisap asap obat nyamuk, tidak ada tanda kekerasan.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian yang menangani kasus ini. Ditemukan korban meninggal karena keracunan, tidak ada tanda kekerasan untuk sementara ini,” kata Waka Polres.t.
Camat Putri Hijau, K Agus Mujahidin mengatakan, kemungkinan tiga orang jenazah akan sampai ke Bengkulu hari ini, Sabtu (18/4). Masih akan dimusyawarahkan jenazah dibawa melalui jalur darat atau lewat jalur udara.
“Tiga orang warga saya yang meninggal itu warga Suka Makmur, mereka berjualan batu akik sudah 4 bulan. Kami melakukan musyawarah dengan pihak keluarga mengenai jenazah akan dibawa lewat jalur darat atau udara, tapi yang pasti tokoh masyarakat dan keluarga sudah menjemput jenazah ke Jakarta,” demikian Agus.(167/135)