Pengurus KONI Provinsi Dibekukan

Yuan: Anggaran RAT Tak Dicairkan Gub

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, yang di dipimpin oleh Ketua Umum (Ketum) Yuan De Gamma secara mendadak dibekukan oleh KONI Pusat.

Pasalnya, pengurus KONI Pusat menilai kepengurusan KONI tahun 2015-2019 tidak melakukan roda organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART). Pembekuan pengurus KONI Provinsi itu sesuai dengan Nomor 721/ORG/VVI/2017 dengan prihal pengembalian kepengurusan KONI Provinis Bengkulu 2015-2019.

“Memang benar pembekuan itu dan suratnya sudah kita terima langsung dan berlaku sejak tanggal 12 Juli,” terang Abdul Karim yang saat ini menjadi Mantan Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (16/7).

Dijelaskanya, alasan KONI pusat membekukan Kepengurusan KONI Provinsi itu, lantaran Ketua Umum KONI Provinsi, tidak mampu melaksanakan rapat anggota pada bulan Mei lalu. Kemudian tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT), lantaran tidak memiliki anggaran, tidak mampu berkomunikasi dengan sekuruh anggota Pengprov Cabang, sehinga aspirasi anggota tidak terpenuhi. Lalu roda organisasi terkendala hingga tidak mampu mempersiapkan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se-Sumatera.

“Hal ini dilakukan juga dari hasil rapat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI Provinsi pada tanggal 15 Juni lalu,” ungkapnya.

Dengan pembekuan itu, Karim menegaskan kepengurusan KONI Provinsi menyangkan hal tersebut dapat terjadi. Sebab, KONI Provinsi terus mengalami kegaduaan. Hingga dua Ketua Umum dalam satu masa jabatan tidak pernah sampai akhir kepengurusan. Baik sebelumnya dipimpin oleh Yuan Rasugi Sang maupun yang saat ini, Yuan De Gama atau Ucok tersebut. “Jelas kita sayangkan. Dengan pencabutan itu, kami tidak bisa lagi melakukan aktifitas dalam menjalankan roda organisasi,” tambah Karim.

Dengan demikian, KONI Pusat dalam waktu dekat akan melakukan penunjukan caretaker menggantikan kekosongan kepemimpinan KONI Provinsi Bengkulu. Setelah itu, caretaker wajib melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk menentukan kepengurusan yang baru. “KONI pusat nanti akan langsung menunjuk caretaker. Kita tunggu saja siapa nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto SE MBA mengatakan dibekukannya kepengurusan KONI Provinsi oleh KONI Pusat itu menjadi cambukan pahit roda organisasi KONI Provinsi saat ini. Sebab, KONI yang menjadi wadah organisasi olahraga terus mengalami kegaduhan. “Harusnya tidak seperti ini. KONI ini wadah semua organisasi olahraga, harus memberikan contoh yang baik, bukan terus mendek,” ungkap Suharto.

Setelah nantinya ditunjuk pejabat caretaker Ketum KONI Provinsi, maka harus segara melakukan Musdalub. Agar roda organisasi KONI dapat kembali berjalan. “Siapapun nanti yang jadi caretaker, harus segera melakukan Musdalub. Jadi cepat selesai masalah ini dan jangan lagi kembali gaduh,” tandasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Koni Provinsi Bengkulu Yuan De Gama mengatakan kepengurusan koni di ambil alih oleh pusat tidak membuat dirinya merasa heran. Wajar saja kalau kepengurusan diambil alih oleh pusat, penyebabnya karena tidak adanya anggaran Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koni Provinsi yang menyebabkan Rapat Anggota tidak dapat dilaksanakan.

“Bagaimana kami mau melaksanakan rapat anggota, sedangkan anggarannya saja tidak dicairkan oleh Gubernur Bengkulu yang lama, masa kami harus berutang, lalu berutang dengan siapa, oleh karena itu kami meminta dana pelaksanaan rapat anggota dibiayai oleh Koni Pusat,” ungkap Yuan kepada Bengkulu Ekspress kemarin (16/7)

Dijelaskan Yuan, tidak ada dana RAT di Koni Provinsi disebabkan oleh Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti yang tidak mau mencairkan anggaran RAT ke Koni Provinsi. Yuan mengaku, dengan diambil alihnya Koni Provinsi oleh Koni Pusat itu lebih baik karena dapat menciptakan kepengurusan Koni yang baru.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Koni Pusat sebelum masalah pengambilalihan dilakukan, tetapi tindakan Koni Pusat mengambil alih Koni Provinsi itu merupakan jalan yang baik, dengan bagitu Koni Provinsi dapat berjalan seperti biasa, ketimbang berjalan sendiri tetapi anggarannya saja tidak ada,” jelas Yuan.

Yuan menambahkan, rapat anggota sudah jauh hari dibuat panitianya bahkan semua telah dipersiapkan dengan matang. Tetapi Anggaran Rapat yang tidak ada membuat Koni Provinsi Bengkulu perlu bantuan dana dari pusat karena tidak mungkin dapat melaksanakan Rapat tanpa dana. “Saya sudah berusaha yang terbaik untuk Koni, harapan saya dengan diambil alih kepengurusan oleh pusat, Koni Bengkulu bisa hidup kembali,” tambah Yuan.

Ditambahkan Yuan, dirinya tidak begitu ngotot, bahkan dirinya tetap menerima dengan baik apapun keputusan yang dilakukan oleh Koni Pusat. Pengambilalihan kepengurusan Koni Provinsi Bengkulu adalah jalan terbaik. “Saya tidak ngotot, jabatan sebagai ketua Koni Provinsi itu amanah, kalau diambil alih itu lebih baik,” tambah Yuan.

Terakhir Yuan berharap, semoga dengan pengambilalihan Koni Provinsi oleh Koni Pusat, dapat membuat Koni Provinsi Bengkulu menjadi lebih baik lagi.

“Harapan saya koni provinsi Bengkulu lebih baik lagi, jangan sampai permasalahan terulang lagi hanya disebabkan oleh anggaran yang tidak ada, maju terus Koni,” tutupnya.(999/151)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*