Pengobatan Gratis untuk Pelajar, Di Puskesmas Kabawetan

DONI/Bengkulu Ekspress Kepala Puskesmas Kabawetan, Rabiatul Aini dan Kepsek SDN 10 Kabawetan, Farid Ariyani menunjukkan berkas MoU kesehatan siswa. Yang sudah ditandatangani kedua belah pihak, dan siap diterapkan di sekolah tersebut.
DONI/Bengkulu Ekspress Kepala Puskesmas Kabawetan, Rabiatul Aini dan Kepsek SDN 10 Kabawetan, Farid Ariyani menunjukkan berkas MoU kesehatan siswa. Yang sudah ditandatangani kedua belah pihak, dan siap diterapkan di sekolah tersebut.

KEBAWETAN, Bengkulu Ekspress – Puskesmas Kabawetan membuat program pengobatan gratis bagi para pelajar se-Kecamatan Kabawetan. Pengobatan dimaksud, bila pelajar SD hingga SMA di wilayah Kecamatan Kabawetan mengalami sakit (demam, red), akan ditangani secara cuma-cuma oleh petugas medis Puskesmas.

Namun ada ketentuan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan program pengobatan gratis tersebut. Sebab Puskesmas hanya melayani untuk siswa-siswi yang sekolahnya sudah melakukan kerjasama dengan Puskesmas. “Kita melakukan MoU dengan pihak sekolah, nanti pihak Puskesmas memberikan kartu berobat bagi pelajar-pelajarnya. Kartu tersebut dapat dibawa saat berobat, jadi tidak ada pungutan biaya bagi pelajar nantinya,” ungkap Kepala Puskesmas Kabawetan, Rabiatul Aini, SKM, Jum’at (4/8).

Kerjasama yang dimaksud merupakan, pihak sekolah akan menarik iuran dari orang tua murid, nantinya akan diserahkan ke Puskesmas. Sehingga siswa akan mendapatkan kartu berobat dari Puskesmas Kabawetan. “Iurannya hanya satu kali, untuk satu tahun rencana besarannya sekitar Rp 20.000 persiswanya. Tetapi ini baru rencana kita, pihak sekolah yang akan mengkomunikasikan dengan orang tua murid,” ungkapnya.

Salah satu sekolah yang sudah MoU atau menjalin kesepakatan dengan Puskesmas, yakni SDN 10 Kabawetan. “Kesepatan mengenai teknisnya antara sekolah dengan Puskesmas sudah selesai, namun kita sekolah akan mengembalikan lagi ke orang tua murid, apakah setuju atau tidak. Jika setuju, rencana kita besaran memang Rp 20.000 ditambah juga nanti subsidi dari sekolah Rp 5000,” ungkap Kepsek SDN 10 Kabawetan, Hj Farida Ariyani SPd, kemarin.

Farida berharap semua orang tua siswanya akan mendukung program tersebut, karena memang bagus untuk 110 muridnya. Sebab hanya dengan sekali membayar, siswa-siswi akan dimasuk dalam daftar pengobatan gratis selama satu tahun. “Intinya bila nanti siswa atau siswanya sakit, atau mengalami luka dapat dibawak ke Puskesmas untuk berobat. Nanti kan biaya gratis,” ucapnya.

Lebih lanjut Farid mengatakan bila biaya bukan hanya dari orang tua, tetapi juga subsidi dari pihak sekolah. Namun rencana subsidi memang harus dibicarkan dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepahiang. “Nanti biaya jadi Rp 25.000. Iuran orang tua murid ditambah bantuan sekolah,” tutupnya. (320)