Pengerukan Alur Pulau Baai Harus Maksimal

Inilah Kapal Keruk yang digunakan Pelindo untuk mengatasi masalah pendangkalan alur – Foto Ist

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu mendukung penuh upaya Pelindo II Cabang Bengkulu melakukan pengerukan alur di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. Juru bicara Komisi III, Edi Sunandar meminta pengerukan dapat dilakukan secara maksimal. Sehingga permasalahan pendangkalan alur tidak terjadi kembali di masa akan datang.

“Kita meminta Pelindo bekerja dengan baik. Karena bagaimanapun persoalan ini untuk kepentingan masyarakat Provinsi Bengkulu,” ujarnya, Jumat (10/03/2017)

Ia juga menyarankan kepada Pelindo dalam setiap kegiatan agar selalu berkoordinasi dengan DPRD. Sehingga setiap kegiatan Pelindo tidak ada yang terhambat di kemudian hari.

“Kita harapkan Pelindo selalu berkoordinasi sehingga setiap kegiatan tidak terhambat,” ujar Edi.

Sebelumnya, Komisi III sudah melakukan inspeksi ke Pelabuhan Pulau Baai. Dari hasil inspeksi, kapal keruk dan peralatan lain sudah berada di pelabuhan dan siap untuk bekerja. Pengerukan akan dimulai pada tanggal 10 Maret 2017.

“Kami dapat info dari Pelindo tanggal 10 atau hari ini sudah mulai dikerjakan. Kita berharap dengan kurun waktu 45 hari, pengerukan bisa mengejar 13 meter LWS sehingga kapal dengan 20 ribu hingga 30 ribu ton bisa masuk,” ujar Edi.

Sementara itu, GM PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Bengkulu, Drajat Sulistyo mengatakan, pengerukan alur akan di Pelabuhan Pulau Baai dilakukan oleh PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) selama 45 hari kedepan dengan menggunakan kapal keruk dari Afrika Selatan.

“Kapal keruk sudah didatangkan. Mudah – mudahan selesai 1.5 bulan sampai dengan kedalaman minimal minus 10 meter,” pungkas Drajat. (Dil)