Pengangguran Diberi Modal Rp 25 Juta

 modal
BENGKULU, BE – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Bengkulu memberikan angin segar bagi para pengangguran untuk menjadi wirausaha muda. Setidaknya ada 50 pemuda yang akan diusulkan ke Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk dilatih dan diberikan modal usaha sebesar Rp 25 juta.

“Yang sudah dilatih nanti dilihat prospeknya sesuai minat calon wirausaha itu sendiri, dan dari Kemenkop nanti akan dibantu berupa modal kerja sekitar Rp 25 juta,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Drs Eddyson, kemarin.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan program pemerintah pusat pada 2017 mendatang, namun tidak serta-merta bagi peserta langsung mendapat modal tersebut, karena akan ada seleksi yang dilakukan langsung oleh tim pusat berdasarkan hasil pelatihan.

“Jadi nanti benar-benar dilihat dari minat dan keinginannya, bukan sekedar mengikuti pelatihan hanya untuk mendapatkan uang cuma-cuma itu,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan pelatihan ini, masyarakat yang berminat cukup memasukkan proposal ke Dinas Koperasi dan UKM dengan melampirkan minat usaha yang diinginkan.

“Dari sekarang kita sudah sosialisasi ke daerah-daerah, Insya Allah bulan Januari 2017 pendaftaran sudah kita buka. Setelah itu, orang pusat tinggal memilah per kelompok usaha,” bebernya.

Di sisi lain, seiring dengan program Kementerian Koperasi tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota juga telah memprogramkan hal yang sama dengan menggunakan APBD 2017. Adapun usulan anggaran dalam pelatihan tersebut mencapai Rp 500 juta yang dipergunakan untuk pengadaan peralatan guna memfasilitasi sarana pelatihan.

“Untuk di APBD, kita mengusulkan untuk 300 orang, itu ada pelatihan misalnya cara pembuatan kompor, cara pembuatan bahan bakar dari sampah, nah itu nanti kita bantu juga dari peralatannya,” jelas Eddyson.

Hanya saja dari segi sistem pemodalan untuk wisarausaha tersebut sedikit berbeda, dimana setelah dilakukan pelatihan maka akan dimodali melalui dana bergulir Samisake dengan bunga hanya 3 persen pertahun.

“Dimana dia tinggal maka UKM yang berada di daerah itulah yang kita prioritaskan memberi pinjaman modal kerja untuk warga yang sudah mengikuti pelatihan ini,” sambungnya.

Adapun modal yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing. Jika dilihat dari prosedur samisake, pinjaman modal tersebut bisa mencapai Rp 10 juta. (805)