Penertiban Pasar Ricuh, Pedagang Hamil 3 Bulan Pingsan

RIO-RICUH PENERTIBAN GABUNGAN PASAR PANORAMA (1)

BENGKULU, BE – Pasar Panorama kembali bergejolak. Hal ini terlihat pada penertiban yang dilakukan oleh anggota Satpol PP serta diback up oleh ratusan personil anggota Polres Bengkulu, sekira pukul 10.30 WIB, Kamis kemarin (9/3).
Terlihat para pedagang sempat melakukan perlawanan, sehingga terjadi bentrokan dan kericuhan, berupa adu jotos dan saling seret dengan para petugas yang hendak melakukan penertiban. Bahkan, Dona (23), salah seorang pedagang ayam di Jalan Kedondong yang tengah mengandung anak pertamanya, sempat pingsan lantaran membantu Robi, suaminya mempertahankan dagangan mereka yang tengah diangkut oleh petugas.
Melihat sang istri yang tengah hamil muda (usia 3 bulan) terkapar, Robi langsung memberikan perlawanan dan mengamuk kepada para petugas. “Kalau mau tertibkan pasar, jangan main kekerasan. Istri saya yang sedang hamil jadi pingsan. Kalau keguguran kalian harus bertanggung jawab,” teriak Robi.
Mengantisipasi terjadinya keributan/bentrokan yang lebih besar, anggota Satpol PP bersama sabhara Polres Bengkulu terpaksa mengamankan Robi beserta para pedagang yang lainnya. “Untuk sementara mereka yang melakukan perlawanan kepada petugas sudah kita amankan. Kita akan mintai keterangan terlebih dahulu,” terang Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta SIK, kemarin.
Selain itu, menanggapi masih banyaknya para pedagang yang masih memasang tenda atau atap di atas tempat yang tak diperbolehkan, Kapolres menegaskan pihaknya akan terus melakukan penertiban serupa untuk menertibkan para pedagang yang masih membandel tersebut. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan tingginya angka tindak pidana yang terjadi di kawasan Pasar Panorama tersebut.
“Bersama instansi terkait kita telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan penertiban, namun untuk yang ke sekian kalinya pedagang tak sadar dan kembali berjualan di badan jalan dan trotoar. Dalam waktu sebulan ke depan kita akan terus melakukan melakukan penjagaan. Kita berharap para pedagang sadar dan berjualan di tempat yang seharusnya,” imbuhnya.
Kasatpol PP Kota Bengkulu, Jahin Liha Bustami mengungkapkan, kali ini pihaknya menurunkan sebanyak 3 pleton (120 orang) anggota Satpol PP. Menurutnya hal ini dilakukan sebagai bentuk konsistensinya dalam menjaga ketertiban di wilayah Pasar Panorama.
“Kita melakukan penertiban di sepanjang Jalan Salak, Kedondong dan Belimbing tanpa pandang bulu. Sebelumnya kita telah melakukan sosialisasi lebih kurang selama 4 bulan, namun sampai saat ini meraka tak mempedulikan hal tersebut,” ungkapnya.

Pedagang Diminta Pindah ke Kios
Sementara itu, Kadis Perinsdagkop Kota Bengkulu Erwan Safrial SE, menerangkan, salah satu solusi atas penertiban ini adalah dengan menempatkan para pedagang yang berada di badan jalan ini ke dalam kios yang telah disediakan oleh pemerintah kota. “Saat ini ada sekitar 140 kios di dalam pasar yang masih kosong. Kita sudah menyediakan tempat tersebut untuk mereka tempati, jadi tak ada alasan bagi mereka untuk kembali berjualan di luar,” terangnya. (135)