Penerapan Kurikulum Bakal Berbeda

MUKOMUKO, BE –  Semester kedua mendatang, sekolah – sekolah di jajaran Pemkab Mukomuko, bakal menerapkan kurikulum yang beragam. Baik itu kurikulum 2006, kurikulum 2013 (K13) atau system terintegrasi dua kurikulum tersebut. “Kalau instruksi dari pusat, sekolah diperbolehkan untuk memilih kurikulum lama atau sistem terintegrasi,” demikian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Dra Nurhasni MPd dikonfirmasi, kemarin.
Meskipun demikian, jelas Nurhasni, untuk wilayah se-Kabupaten Mukomuko, belum dapat difinalkan. Hal itu dikarenakan terlebih dahulu akan dilakukan koordinasi dengan seluruh Kepsek dan guru di sekolah masing – masing, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Hal itu untuk mengetahui dengan pasti kemampuan tenaga guru yang ada. Pasalnya satu sekolah dengan sekolah lain kemampuan ataupun SDM para guru berbeda. “SDM guru berbeda, termasuk antara guru dengan usia muda dan tua berbeda cukup jauh,” bebernya.
Meskipun tidak menutup kemungkinan bakal terjadi beragam penerapan kurikulum, pihaknya lebih menyarankan menerapkan kurikulum yang seragam.  Dikbud berharap sebenarnya menggunakan K13 atau sistem terintegrasi. Namun untuk finalnya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah dan tenaga guru yang bersangkutan. Mereka (guru) adalah ujung tombak di sekolah – sekolah dalam memberikan didikan kepada anak didiknya. “Jika ada sekolah yang tetap menggunakan K2006 boleh dilakukan. Tetapi saya menilai guru disekolah tersebut dinilai mundur,” lanjutnya. (900)