Rabu, 6/02/2013 - 13:12 WIB
Curup Ekspress | beonline - Bengkulu Ekspress

Pendakian Bukit Kaba Dilarang

gunung kabaCURUP, BE - Tingginya curah hujan serta angin kencang yang terjadi seminggu terakhir di Kabupaten Rejang Lebong, membuat Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Rejang Lebong menutup jalur pendakian Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba.  “Pertimbangan kita karena cuara ekstrim serta untuk menjaga ekosistem alam, dikhawatirkan mengancam keselamatan para pengunjung, seperti angin kencang, longsor, bahkan pohon tumbang,” ujar Kepada BKSDA Rejang Lebong Darwis Saragih kepada wartawan, Selasa (5/2).

Larangan pendakian serta penutupan jalur pendakian itu, sambung Darwis, dilakukan sejak tanggal 21 Januari 2013 lalu. “Belum bisa kita pastikan sampai kapan penutupan jalur pendakian ini, kita masih menunggu hasil observasi anggota kita yang saat ini masih terjun ke lokasi TWA Bukit Kaba.   Kalau nanti hasilnya ekosistem TWA Bukit Kaba mengkhawatirkan, maka penutupan akan berlangsung lama, hingga ekosistemnya kembali pulih,” tegas Darwis.

Untuk menjaga kawasan dari pengunjung yang akan melakukan pendakian TWA Bukit Kaba, sejumlah anggota BKSDA sudah berjaga-jaga di Posko Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Kita berjaga di pos pintu masuk Bukit Kaba, kita juga telah menyebarkan selembaran kepada warga sekitar, supaya tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan TWA Bukit Kaba,” sambung Darwis.

Di bagian lain, Kades Sumber Urip, Suyadi mengaku kalau pihaknya telah menerima pemberitahuan dari BKSDA Rejang Lebong akan larangan untuk melakukan aktivitas menuju Bukit Kaba.  “Kami sudah tahu, akan larangan untuk naik ke bukit kaba itu, karena saat ini pihak BKSDA tengah melakukan observasi ekosistem di kawasan Bukit Kaba tersebut, kita juga sudah sampaikan hal ini kepada warga di desa kita,” tutur Kades. (999)

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved