Pencuri Tas Berisi Emas 55 Gram Terekam CCTV

Rekaman CCTV (1)

CURUP, BE – Tingkat keamanan RSUD Curup memang perlu dipertanyakan. Bila beberapa waktu lalu salah satu pasien kehilangan perhiasan emas saat hendak menjalani operasi (meskipun emas itu akhirnya dikembalikan), kali pencurian dialami oleh salah seorang keluarga pasien yang sedang menjalani rawat inap di RSUD Curup. Akibat kejadian tersebut korban yang bernama Nurmala Dewi (57) kehilangan tas yang berisikan perhiasan emas dengan berat mencapai 55 gram dan sejumlah barang berharga lainnya.

Korban yang merupakan warga Jalan Gajah Mada Kelurahan Air Rambai menjadi korban pencurian saat menginap diruang rawat inap Raflesia RSUD Curup.
Pelaku aksi pencurian tersebut sempat terekam kamera pegintai atau close circuit television (CCTV) milik RSUD Curup.

Terkait dengan aksi pencurian tersebut, Direktur RSUD Curup, H Tanzilul Azhari MKes, MARS saat dikonfirmasi mengungkapkan, korban merupakan istri dari pasien atas nama Abu Syukur (59) yang juga merupakan warga Jalan Gajah Mada.

Berdasarkan rekaman CCTV yang ada, aksi pencurian yang dilakukan korban terjadi sekitar pukul 02.30 Kamis (15/10) dini hari.

“Aksi pelaku terekam oleh kamera CCTV kita baik yang ada dilorong ruang Raflesia hingga ruang pelayanan umum dan loket,” jelas Tanzilul.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku pencurian diduga masih berusia remaja. Dalam menjalankan aksinya pelaku dua kali memantau ruangan tempat korban menginap. Setelah merasa aman kemudian pelaku langsung menjalankan aksinya. Hanya berselang beberapa detik pelaku sudah berhasil membawa tas korban yang berwarna krem. Kemudian terlihat lari meninggalkan RSUD Curup.  Bahkan saat di depan lobi rumah sakit pelaku tampak terlihat berpapasan dengan keluarga pasien lainnya. Dalam rekaman tersebut beberapa kali muka pelaku terlihat dengan jelas.

“Guna kepentingan penyidikan rekaman CCTV yang merekam aksi pelaku akan kita serahkan kepihak kepolisian,’ ujar Tanzilul.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto SH SIk membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban. Menurut Kapolres, pihaknya tengah melakukan penyelidikan guna mengetahui siapa pelaku pencurian tersebut. “Selain meminta rekaman CCTV yang merekam aksi pelaku, kita juga akan memanggil sejumlah saksi guna mengungkap kasus ini,” jelas mantan Kapolres Kaur tersebut.

Disisi lain, berdasarkan keterangan keluarga korban, pada saat kejadian korban di dalam ruangan rawat inap IA Raflesia Curup bersama empat orang keluarga lainnya.
Korban sendiri sudah 13 hari berada di RSUD Curup menemai suaminya. Tas tersebut ia letakkan tak jauh dari tempat suaminya yang tenga dirawat. Bahkan saat pelaku menjalankan aksinya suami korban melihat pelaku.

“Namun karena bapak saya tidak bisa berbicara sehingga ia tidak bisa membangunkan keluarga lainnya saat melihat pelaku menjalankan aksinya,” aku salah satu anak korban yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, di dalam tas wanita yang berprofesi sebagai PNS tersebut terdapat berbagai jenis perhiasan emas berbagai bentuk seberat 55 gram, liontin permata senilai Rp 10 juta, uang tunai Rp 8 juta dan surat-surat berharga. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian hingga Rp 50 juta.(251)