Pencarian Nelayan Hilang Dihentikan

BengkuluMAJE, Bengkulu Ekspress – Upaya pencarian terhadap dua nelayan Desa Linau Kecamatan Maje, Jonaidi (30) dan Jemi Asrul (28) yang hilang sejak Selasa (18/7) lalu, sampai saat ini belum juga membuahkan hasil. Dan pencarian dua nelayan itu telah dihentikan warga. Pihak keluarga korbanpun mengaku pasrah akan nasib kedua nelayan itu.

“Kami sudah pasrah sekarang ini, dan kami berterima kasih atas upaya pencarian yang telah dilakukan,” kata Hendri (43), salah satu keluarga korban Jemi, kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (6/8).

Dikatakannya, sampai saat ini belum ada informasi terkait perkembangan dan keberadaan dua nelayan itu. Kendati demikian, keluarga maupun tetangga tidak tinggal diam. Walau memiliki kesibukan masing-masing, namun beberapa tetangga juga sebelumnya sudah melakukan pencarian. Juga pihak keluarga sudah beberapa kali mengadakan pengajian untuk mengirimkan do’a kepada kedua nelayan itu.

“Kami dari keluarga masih akan terus berdoa. Kalau memang masih hidup, semoga dimudahkan untuk kembali ke rumah. Namun bila takdir berkata lain, kami hanya bisa mengikhlaskan dan mendoakan yang terbaik untuk keduanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Linau, Agus Setawan mengaku, ia bersama warga dan juga aparat kepolisian sempat melakukan upaya pencarian selama lebih dari dua pekan dengan menggunakan armada rakyat. Upaya dilakukan jauh ke tengah laut maupun menyisir setiap pulau di sekitar lokasi kejadian. Namun sayang, sampai saat ini belum membuahkan hasil. Juga untuk saat ini pihak keluarga sudah pasrah akan nasib keduanya.

“Untuk pencarian sudah kita hentikan, dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda. Juga pihak keluarga sudah pasrah, dan kita berharap keduanya dapat ditemukan nanti dalam kondisi selamat,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua nelayan Linau itu hilang Selasa (18/7) saat mencari ikan tuna di perairan laut selatan sejauh sekitar 40 mil dari Pantai Linau. Namun hingga malam harinya, keduanya tak kunjung kembali ke rumah masing-masing. Keluarga mereka yang merasa cemas kemudian melaporkan hal itu ke nelayan lain dan aparat desa setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke kepolisian. Setelah mendapat laporan hilangnya dua nelayan tersebut, tim SAR dan nelayan langsung melakukan pencarian. Namun sayang kedua nelayan itu belum juga ditemukan. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*