Pencarian Airasia Fokus di Perairan Babel, Nelayan Dengar Ledakan

JAKARTA, BE – Dunia penerbangan Indonesia kembali dirundung bencana. Pesawat Air Asia QZ8501 yang mengangkut 155 penumpang, serta 7 kru dengan tujuan Singapura dari Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, yang hilang kontak Minggu (28/12) pagi, hingga kini dinyatakan masih belum diketahui nasibnya.
Fokus pencarian tampaknya mengarah ke perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), khususnya di kawasan perairan Pulau Belitong. Meskipun perkiraan awal pesawat hilang di atas Kepulauan Kalimantan atau Belitong. Sampai saat ini nasib pesawat belum ditemukan, begitu juga nasib para penumpang yang terdiri dari 138 dewasa, 16 anak-anak dan 1 bayi juga belum ada kejelasan.
Terlepas dari pencarian yang tengah gencar dilakukan itu, ada kabar menyebutkan seorang nelayan asal Kelapa Kampit mengaku mendengarkan ledakan suara cukup keras di sekitar Perairan Pulau Nangka.  Ledakan tersebut terdengar sekitar pukul 08.00 WIB.  Informasi itu dihimpun dari Posko Pencarian Pesawat AirAsia di Pos TNI AL Manggar Belitung Timur (Beltim) saat adanya koordinasi pencarian oleh tim gabungan dari TNI AL, Lanud HAS Tanjungpandan, Polairud Polres Beltim, Tagana dan dibantu pihak nelayan setempat.
Saat itu, nelayan yang sedang memancing di Perairan Kelapa Kampit mendengar ledakan keras. Namun nelayan tersebut tidak dapat melihat secara langsung sumber ledakan yang didengarnya. Sumber ledakan diduga berasal dari kawasan Perairan Pulau Nangka, Kelapa Kampit. Jarak titik suara ledakan diperkirakan sejauh 5 mil dari Kelapa Kampit dan Pantai Burung Mandi, Kecamatan Damar.
Namun demikian nelayan tersebut belum bisa memastikan sumber ledakan merupakan pesawat AirAsia rute Surabaya ke Singapura yang hilang atau bukan. “Ada sejumlah nelayan yang mendengar ledakan, tapi belum bisa dipastikan. Tapi lokasinya di dekat Pulau Nangka,” ujar Danpos TNI AL Manggar, Letda Laut Purwanto.
Posko pencarian di Pos TNI AL Manggar, tampak terlihat Bupati Beltim Basuri Tjahaja Purnama sedang bersama Danlanud HAS Tanjungpandan Letkol Pnb Setiawan dan Kasatpol Airud Polres Beltim Yanto. Koordinasi dilakukan untuk melakukan pencarian pesawat Airasia naas dengan mengerahkan sejumlah armada kapal, termasuk kapal nelayan.
Bahkan, sejumlah armada kapal sudah diberangkatkan untuk melakukan penyisiran di perairan lokasi jatuhnya pesawat. Kapolres Belitung Timur AKBP Nugraha Trihadi menyatakan, tim meluncur ke lokasi terduga dengan perkiraan perjalanan 4 sampai 5 jam dari Manggar. Tim pencarian yang terdiri dari TNI AU, TNI AL, Polair, Basarnas, Tagana dan juga melibatkan nelayan terus berkoordinasi.  Sempat diperkirakan keberadaan koordinat di perairan Tanjung Kelumpang, sekitar 32 mil dari Pos Polair Polres Beltim berdasarkan hitungan tim dari kepolisian, TNI AU dan TNI AL. Dalam pencarian disesuaikan dengan cuaca yang diharapkan mendukung tim.
“Sejauh ini cuaca masih mendung, kita juga terus berkoordinasi dengan BMKG,” ungkap Nugraha.
Sedikitnya ada 6 kapal ikut melakukan pencarian, antara lain 2 kapal Polair Polres Beltim, kapal Polair Polda Babel, kapal Dinas Kelautan dan Perikanan, kapal TNI AL, kapal Basarnas, dan TNI AU akan mendatangkan pesawat Hercules. Setiap kapal terdapat sekitar 10 personil. “Kapal disebar di seputaran titik-titik yang dicurigai,” sebut Nugraha.
Hingga berita ini diturunkan, lokasi hilangnya pesawat pun masih simpang siur dan belum ada kepastian.  Tim gabungan hingga tadi malam terus melakukan penyisiran dan belum menemukan tanda-tanda ataupun petunjuk yang mengarah ke lokasi pesawat naas itu.
Di Beltim terfokus titik koordinasi tim di Manggar dengan berkonsentrasi melakukan pencarian menyebar ke Perairan Aik Masin sampai Buku Limau, perairan Tanjung Kelumpang dan perairan Pulau Rotan. Sedangkan tim dari Kabupaten Belitung yang turut serta di dalamnya Bupati Belitung Sahani Saleh menyusur dari perairan Kecamatan Membalong atau selatan Belitung menuju ke arah perairan Manggar menggunakan kapal Expres Bahari. “Sampai sekarang masih nihil,” ungkap Iswandi salah satu petugas KSOP Tanjungpandan yang ikut di kapal Express Bahari, semalam.
Di Bandara H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan juga diinfokan akan tiba beberapa helikopter dan pesawat kalibrasi untuk membantu pencarian. Termasuk juga pesawat TNI jenis Hercules. Sementara persiapan lainnya dilakukan Pemkab Belitung dengan menyiagakan RSUD Kabupaten Belitung guna memberikan pertolongan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. “Kami siap antarkan 50 bed pasien, obat-obatan atau farmasi. Termasuk juga infus sudah kami siapkan,” kata Direktur RSUD Kabupaten Belitung, dr Hendra.

Semua Masih Misteri
Teka-teki koordinat jatuhnya pesawat Air Asia rute Surabaya – Singapura, yang diduga jatuh di perairan Beltim masih misteri. Setelah mendapat informasi jatuhnya Airasia, Tim Persiapan Evakuasi yang terdiri dari Kepolisian Polres Beltim, TNI Angkatan Laut Pos Beltim, DKP dan Kesbangpol Pemkab Beltim serta Tagana melakukan rapat koordinasi. “Kemudian, tim segera mengecek koordinat lost kontak yang diduga berlokasi di Pulau Tanjung Kelumpang berjarak 32 mil dari Pos Angkatan Laut, Manggar,” ujar Kapolres Beltim, AKBP Nugraha.
Pukul 11.30 WIB, Tim Evakuasi segera melakukan persiapan kapal dan melakukan pemasangan tenda. “Setelah itu, kita kembali melakukan pengecekan peta bersama Danlanud Tanjungpandan, Letkol Setiawan,” ujar Kapolres.
Menurut Nugraha, beberapa informasi kemudian masuk. Dari Pospam Kelapa Kampit, Beltim. Pesawat terlihat di pulau Kran, lalu terdengar ledakan. “Informasi ini dari Pak Yudi, bahwa saudaranya, yaitu Erwin yang sedang melaut mendengar ledakan keras di Pulau Nangka,” ujar Nugraha.
Sementara itu, lanjutnya, di Kecamatan Gantung, Beltim dan Pulau Buku Limau, para nelayan sudah dikerahkan untuk melakukan penyisiran di laut. “Informasi ini, bagaimana pun belum tentu akurat, namun, semua informasi-informasi ini tetap kita tampung,” ujarnya.
Pada pukul 14.15, kapal patroli XXVIII – 1401 Sat Polair bertolak dari dermaga untuk melakukan penyisiran. Di dalam kapal, sebanyak 19 personel gabungan berangkat ke arah Utara. “Tim ini terdiri dari Tagana, wartawan, AL, DKP, Polair, dan Pandu,” ujar Nugraha.
Sementara itu, pada pukul 14.52 WIB, helikopter AL dikabarkan take off dari Pangkalpinang dan terbang di atas perairan Beltim. Namun, hingga kini belum menemukan titik terang. Selain Hely kasa, hely dolphin milik Basarnas juga ikut melakukan pencarian. Dan di samping kedua heli tersebut, satu buah hely Bolco asal Tanjungpinang juga sudah take menerbangi laut Beltim. “Pada pukul 17.00 WIB, Hely Bolco sudah masuk wilayah Tanjungpandan. Dan Hely Dolphin balik ke Jakarta. Pencarian agak terhambat dikarenakan cuaca tak bersahabat,” jelasnya.
Hingga pukul 18.00, belum ada informasi yang menunjukkan titik terang, sehingga Kapolres Beltim, seizin Kapolda Babel menghentikan pencarian. “Pencarian dilanjut besok (hari ini, red),” tutupnya.
Terlepas dari upaya pencarian yang sudah dilakukan, hingga berita ini diturunkan, lokasi jatuhnya pesawat pun masih simpang siur dan belum ada kepastian. Tim gabungan hingga tadi malam terus melakukan penyisiran dan belum menemukan tanda-tanda atau pun petunjuk yang mengarah ke lokasi jatuhnya pesawat naas itu.  Tim gabungan ini ada yang melakukan penyisiran ke arah selatan perairan Beltim di seputaran Pulau Nanas, Pulau Nangka dan Karang Selatan hingga ke perairan Serutu Selat Karimata perbatasan Kalimantan. Ada juga yang menyisir ke perairan Pulau Buku Limau dan pulau-pulau lain.
Tim juga sempat melihat pesawat Hercules dan helikopter milik TNI AU yang melakukan pencarian di lokasi terduga jatuhnya pesawat. Selain itu, helikopter dari SAR Bangka Beltiung juga diterjunkan ke lokasi.
Kondisi cuaca menjadi kendala berarti bagi tim dalam melakukan proses pencarian. Hujan gerimis dan cuaca mendung serta gelombang cukup besar menyelimuti kawasan perairan Beltim. “Besok (hari ini,Red) pencarian akan kita lanjutkan, dan hari ini mengingat kondisi yang tidak memungkinkan pencarian kita hentikan. Dan besok pastinya akan kita tambahkan personil,” ungkap Kasat Polair Polres Beltim AKP Yanto seizin Kapolres Beltim AKBP Nugrah Trihadi SIK.
Menurut AKP Yanto sempat ada kabar dari nelayan setempat bahwa ada yang melihat serpihan pesawat diperairan Serutu Selat Karimata yang memisahkan Pulau Belitung dengan Pulau Kalimantan. Namun pihaknya belum berani memastikan bahwa informasi itu benar. Meski demikian, tim akan tetap berusaha untuk melakukan pencarian hingga mencapai titik koordinat. Diperkirakan proses pencarian akan memakan waktu minimal sepekan.

Semua Aparat Dikerahkan
Selain secara nasional, jajaran yang ada di Babel juga dikerahkan. Bahkan, Brimob Polda Babel Menurut Kasi Ops Brimob Polda Babel, Kompol Suwinto, pihaknya
menerjunkan sebanyak 13 personil mengarungi lautan menuju titik lokasi koordinat terakhir pesawat Air Asia jenis Air Bus 320-220 tersebut. Tak sebatas dilaut saja, 1 pleton personil Brimob pun Stand-By (Disiagakan-red).
“Menindaklanjuti pencarian pesawat Air Asia, Brimob Polda Babel mengirimkan 13 personil. Sedangkan 1 pleton tim Brimob stand-by di Pulau Belitung sehingga sewaktu-waktu siap bergerak menuju titik lokasi apabila pesawat ditemukan. Semoga pencarian ini tak berlangsung lama dan para penumpang ditemukan selamat,” terang Suwinto.
Demikian pula Dirpolair Polda Babel juga membantu tim Badan SAR Nasional (Basarnas) dalam proses pencarian. Melalui Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda Babel, AKBP Heru Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya telah mengerahkan kekuatan 1 pleton personil guna mencari tubuh pesawat yang sempat mengalami hilang kontak itu. Bahkan untuk menjawab dugaan badan pesawat berada di dasar laut perairan, dalam tahap awal Dit Polair siap mengerahkan Tim Khusus Selam. (jpnn)

Data Penerbangan QZ 8501

Jenis pesawat : Airbus 320-200
Rute : Surabaya-Singapura

Jumlah penumpang: 155 orang
– 138 dewasa
– 16 anak-anak
– 1 balita

Jumlah kru : 7 orang
Kaptain pilot : Iriyanto
Ko-pilot : Remi Emmanuel Plesel (warga Negara Perancis)
Kru :
– Wanti Setiawati
– Khairunnisa Haidar
– Oscar Desano
– Wismoyo Ari Prambudi
Engineer : Saiful Rakhmad

Kewarganegaraan :
WNI : 149
Inggris : 1
Singapura : 1
Malaysia : 1
Korea Selatan : 1