Penanganan Ispa di Puskesmas

Ary, Kabut yang kembali menyelimuti Rejang Lebong (2)
Tampak kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Rejang Lebong, meskipun cerah namun matahari tertutup oleh tebalnya kabut asap sehingga tidak terlihat.

CURUP, BE – Sejak satu bulan terakhir Kabupaten Rejang Lebong tak terkecuali Kota Curup diselimuti oleh kabut asap. Untungnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) di RSUD Curup tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut Kasubag Rekam Medis dan Promosi Kesehatan RSUD Curup, Sri Maryati SKM dalam satu bulannya penderita Ispa yang ditangani pihaknya tidak lebih dari 20 orang pasien.

“Untuk dirumah sakit ini memang pasien Ispa memang sedikit bahkan tidak masuk 10 besar penyakit yang kita tangani,” ungkap Sri.

Untuk bulan September sendiri, jumlah penyakit Ispa yang ditangani RSUD Curup hanya sebanyak 10 orang. Perawatan yang dilakukan hanya sebatas rawat jalan saja. Sedangkan untuk bulan-bulan sebelumnya menurut Sri jumlahnya juga tidak terlalu signifikan bahkan ada beberapa bulan yang memang pihaknya tidak menangani Ispa seperi Januari.

Sedangkan untuk Februari jumlah pasien Ispa sebanyak 16 orang, kemudian Maret 16 orang, April 14 orang. Selanjut Mei 14 orang, Juni 12 orang, Juli 15 orang dan Agustus 12 Orang. Menurut Sri sebagian besar penyakit Ispa yang mereka tangani diderita oleh anak-anak.

“Mereka yang berobat di sini merupakan pasien umum yang tidak dilindungi BPJS Kesehatan,” akunya.
Karena menurut Sri, untuk masyarakat yang dilindungi BPJS Kesehatan berobatnya ke dokter keluarga atau Puskesmas terdekat. Hal tersebut sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan BPJS Kesehatan. Sehingga menurutnya sebagian besar penanganan Ispa ini dilakukan pihak Puskesmas.

“Bila memang penyakit Ispa-nya sudah tidak bisa ditangani oleh Puskesmas baru akan dirujuk ke kita, namun sejauh ini kita belum menemukan adanya pasien Ispa yang dirujuk ke sini,” ungkap Sri

Sementara itu, Direktur RSUD Curup, H Tanzilul Azhari MKes, MARS saat dikonfirmasi terkait dengan kabut asap sendiri mengaku bila kondisi asap yang ada saat ini belum begitu parah. Meskipun menurutnya bila berlama-lama diluar luar rumah akan terasa dampaknya.

“Memang masih terlihat kabut asap dan dirasakan pedih pada siang hari terlebih dicaur debu, sejauh ini belum ada penanganan khusus akibat dari kabut asap ini,” ungkap Tanzilul

Di sisi lain, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, kabut asap kembali menyelimuti Kabupaten Rejang Lebong dalam beberapa hari terakhir. Dimana ketebalan bisa menghalangi sinar matahari bahkan matahari tidak terlihat sama sekali. Meskipun kabut asap kembali melanda Rejang Lebong namun belum ada langkah antisipasi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait seperti pembagian masker beberapa waktu lalu. (251)