Pemuda Bengkulu Dukung Pilkada Bersih, Tolak Kampanye Hitam

Demo pilkada
Aksi pemuda dukung Pilkada bersih dan tolak kampanye hitam di Simpang Lima Kota Bengkulu

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Sekitar 100 pemuda dan mahasiswa Bengkulu  yang tergabung dalam Aliansi Pemuda-Mahasiswa Peduli Pemilukada Bengkulu Bersihhari ini, Senin (26/10/2015) menggelar aksi damai di Simpang Lima Kota Bengkulu. Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai lintas organisasi dan lintas gerakan ini menyuarakan keinginan untuk terselenggaranya Pilkada bersih dan menolak bentuk kecurangan seperti kampanye hitam dan politik uang.

Aksi diawali dengan mahasiswa berkumpul di Masjid Jamik kemudian melakukan long march ke Simpang Lima Kota Bengkulu untuk berorasi dan menggelar aksi teratrikal.

Korlap Aksi, Angga MHR mengungkapkan, aksi ini merupakan sebagai bentuk keprihatinan pemuda-pemuda Bengkulu atas maraknya praktik kampanye hitam dan fitnah yang selalu muncul dan sangat meresahkan masyarakat menjelang pilkada serentak 2015.

“Momentum politik dalam Pilkada Serentak 2015 ini adalah momentum yang sangat strategis dalam menentukan arah dan masa depan Bengkulu. Melihat perkembangan dan kondisi politik Bengkulu yang makin memanas serta kampanye hitam yang kami lihat punya potensi besar melahirkan konflik horizontal, maka kami pemuda-mahasiswa Bengkulu merasa prihatin atas kondisi Bengkulu. Alasan mendasar kami lakukan aksi adalah ingin menyuarakan pada penyelenggara, pengawas pemilu dan masyarakat untuk bersama-sama ciptakan politik santun dan mengedepankan persatuan” ungkap Angga.

Mahasiswa menginginkan, momentum pilkada ini dapat menjadi pendidikan politik bagi masyarakat.

“Oleh karena itu sebagai pemuda-pemuda Bengkulu merasa perlu mengingatkan pada berbagai pihak yang terlibat langsung maupun yang tidak terlibat langsung, untuk menjaga bersama-sama agar momentum politik ini tidak terjebak pada demokrasi prosedural yang jauh mengabaikan demokrasi dalam makna subtantif.” Tambah Mahasiswa UNIB asal Lebong ini.

Angga mengingatkan dalam orasinya dalam momentum hari santri nasional pada tanggal 22 lalu dan sumpah pemuda pada tanggal 28 mendatang adalah momentum pemuda. Dalam sejarah gerakan pemuda, pemuda selalu terlibat dalam berbagai momentum, dari sejak 1908,1928 hingga Orde Baru dan Reformasi pemuda tak pernah kehilangan momentumnya. Pemuda selalu terlibat dalam berbagai gerakan perubahan.

“Atas dasar itulah kami hadir untuk mengingatkan bahwa pilkada serentak 2015 ini, kita jadikan sebagai momentum awal perubahan yang baik bagi Bengkulu dan seluruh bangsa Indonesia,” tambahnya lagi.

Terkait kampanye hitam, Angga menegaskan, selain di Bengkulu sejumlah daerah sudah mulai diterpa isu kampanye hitam, seperti di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Lampung. Di daerah lain tindakan cepat dan tegas sudah diperlihatkan oleh sejumlah Kapolda. Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen. Pol. Pudji Hartanto misalnya, mengarahkan intel khusus untuk mendeteksi kampanye hitam di wilayahnya. Tak terkecuali Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edward Syah Pernong, menghimbau kampanye hitam jangan sampai dilegalkan dalam proses Pilkada,

“Bagaimana dengan jajaran kepolisian di Bengkulu ini? Kami berharap aparat kepolisian bertindak lebih aktif dalam menyikapi potensi konflik seperti kampanye hitam, agar Pilkada di Bengkulu berjalan damai dan aman. Jangan sampai aparat kepolisian terkesan membiarkan terjadinya provokasi berlebihan yang dapat menyulut konflik massal,” Pungkas Angga.

Dalam aksi damai yang digelar di Simpang Lima tersebut, ada 5 tuntutan dan pernyataan sikap yang dibacakan Koordinator Umum Aksi, Ediono :

1. Mendesak kepada penyelenggara pemilu, untuk melaksanakan pemilu secara jujur, adil dan bermartabat.

2. Mendesak kepada Banwaslu untuk bertindak lebih tegas dan pro aktif kepada pelaku pelanggar kampanye – kampanye yang menjurus kepada fitnah dan provokatif.

3. Mendesak kepada aparat keamanan untuk bertindak pro aktif dalam menjaga kenyamanan, keamanan dan kemungkinan konflik horizontal antar masyarakat akibat

provokasi berlebihan.

4. Mendesak kepada para pasangan calon Bupati – wakil Bupati dan Calon Gubernur – wakil Gubernur serta tim suksesnya untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana pilkada yang sehat, bermartabat dan santun.

5. Mengajak kepada segenap masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga rasa aman, nyaman dan persaudaraan sesama warga Bengkulu.

(Dil)