Pemprov Raih Penghargaan Pendukung Penyiaran Sehat

Pemprov Raih Penghargaan Pendukung Penyiaran Sehat
Pemprov Raih Penghargaan Pendukung Penyiaran Sehat

Rudiantara: Perbanyak Siaran Lokal

BENGKULU, BE – Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara meminta kepada semua awak media penyiaran, untuk lebih memperbanyak siaran lokal. Baik siaran budaya, lagu daerah, berita-berita lokal, dongeng, hingga potensi-potensi daerah. Hal ini disampaikan Mentri Kominfo saat peringatan Hari Siaran Nasional (HASIARNAS) ke-84 yang digelar di Gedung Daerah Bengkulu, Sabtu (1/4) malam.

“Di usia yang sudah 84 tahun ini, mari kembalikan semangat pada tujuan awal diselenggaran Hasiarnas. Membangkitkan kembali siaran-siaran lokal,” terang Rudiantara dalam sambutannya, kemarin.

Tak hanya itu, Rudi juga minta kepada semua penyiaran harus tetap berkarakter. Menjunjung tinggi cinta tanah air, dengan menguak perjalanan Indonesia sebagai negara kesetuan. Tanpa harus memandang atiribut ataupun kepentingan lainnya.

“Kembalikan semangat Indonesai sebagai negara kesetuhan, hilangkan atributi, ago, kepentingan pribadi dan sebagainya,” tambahnya.

Diera globalisai ini, tentunya kemajuan komunikasi akan semakin berkembang. Dengan demikian, tentunya semua harus ikut berperan. Mampu mengidari penyiaran tidak sehat, yang berakibat dengan saling hujat dan tidak lagi mencerminkan Indonesai berbartabat.

“Konten asing terus menyebar tanpa henti, saling cegah harus terus dilakukan. Untuk itu saluran media harus tetap sebagai saluran kecerdasan, yang mampu memberikan edukasi bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Rudi.
Sementara itu, Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis PhD mengatakan melalui tema “ Semangat Nawacita untuk Ketahanan Bangsa melalui Penyiaran yang Berkarakter dan Mencerdaskan“, harus mampu wujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Perkembangan teknologi komunikasi dan penyiaran begitu cepat dan masif. Fenomena digitalisasi, konvergensi media, terpaan siaran asing, kompetisi industri penyiaran yang makin ketat, realitas hoax, maraknya informasi yang menyebar kebencian, siaran politik, orientasi rating menjadi tantangan bersama dunia penyiaran yang dihadapi saat ini,” ujar Darwis.
Mengawal dunia penyiaran membutuhkan solidaritas dan pengorbanan tulus seluruh komponen masyarakat. Melalui peringatan Harsiarnas, tanamkan spirit itu demi kepentingan bangsa dan negara, NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Untuk itu dibutuhkan kekompakan berbagai pihak serta para pemangku kepentingan penyiaran.
“Partisipasi aktif pemerintah, KPI, lembaga penyiaran, forum masyarakat peduli penyiaran sehat, kalangan akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan komponen bangsa seutuhnya harus bersatu mewujudkan cita-cita bangsa melalui penyiaran,” ungkapnya.

Raih Penghargaan

Sementara itu, dalam malam peringatan Hari Siaran Nasional (HASIARNAS) ke 84 itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendapatkan pengaharpan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan katagori sebagai mitra KPI Pusat yang mendukung penyiaran sehat di Indonesia. Dalam kesempatan itu KPI juga memberikan 2 penghargaan itu kepada NGO dan tokoh yang peduli terhadap dunia penyiaran.

Dimana untuk NGO diraih oleh LSM PR2P3 yang aktif dan konsisten dalam pengawasan & penyadaran penyiaran yang sehat, serta Prof Dr Sansa Juansa (alm) sebagai tokoh yang aktif mendukung kedaulatan penyiaran indonesia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MH mengungkapkan terimakash atas penghargaan yang telah diberikan. Hal ini juga sebagai upaya untuk menuju Bengkulu maju dan menjadi pusat pemberitaan positif bagi semua media. “Provinsi ini memiliki potensi untuk maju, bantu kami untuk mewujudkannya. Agar dikemudian hari Bengkulu dapat berperan berikan kontribusi untuk negara,” ujar RM dalam peringatan Hari Siaran Nasional (HASIARNAS) ke 84, kemarin.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga memeparkan kondisi Bengkulu yang jauh tertinggal dari provinsi-provinsi lainnya di pulau Sumatera. Hal ini sebagai bukti bahwa Bengkulu merupakan contoh potret ketipangan pembangun secara nasional. “Bengkulu adalah potret ketimpangan pembangunan nasional. Saat ini Bengkulu mungkin menjadi beban bagi pemerintah pusat. Ke depan, kami akan membuktikan bahwa kami bisa memberikan kontribusi besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya depan Menteri Kominfo, Rudiantara dan beberapa stakeholder penyiaran.

Peringatan Hasiarnas ke 84 yang rutin dilaksanakan setiap 1 April ini berlangsung meriah. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Mentri Kominfo RI, Mabes TNI, Ketua DPRD Sumatra Selatan, tokoh-tokoh penyiaran Indonesia, Komisioner KPI Pusat, KPID seluruh Indonesia, dan para stakeholder lembaga penyiaran, serta seluruh Forkopimda Provinsi Bengkulu. (151)