Selasa, 2/10/2012 - 09:05 WIB
Seputar Kota | beonline - Bengkulu Ekspress

Pemprov Lupakan Kesaktian Pancasila

 Onsonuni: Pemahaman Mulai Luntur

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai melupakan hari Kesaktian Pancasila.  Biasanya, pada Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati kemarin, dilakukan upacara.   Tetapi, kemarin Pemprov Bengkulu sama sekali tidak melakukan ritual tahunan tersebut.

“Yang harus melakukan hari Pancasila, Korem. Kali ini, kita tidak mendapat imbauan dari pusat,” kata Kadishubkominfo Provinsi  Drs Eko Agusrianto, kemarin.
Sementara, upacara Hari Kesaktian Pancasila hanya dilakukan di Korem 041 Gamas Bengkulu.  Upacara ini tanpa dihadiri oleh unsur FKPD (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). “Bagi kami, TNI Pancasila adalah harga mati,” Kapenrem 041 Gamas Bengkulu Mayor Onsonuni, kemarin.

TNI, diperintah atau tidak diperintah oleh atasan, 1 Oktober adalah hari Pancasila yang harus selalu diperingati. Tujuannya, agar Pancasila ini tidak dilupakan. “Pancasila memang cenderung dilupakan. Padahal itu, adalah perekat pemersatu bangsa. Kita harus terus mengingatkan kepada generani bangsa, agar tidak melupakan pancasila,” katanya.

Ia menilai penghayatan pancasila mulai luntur. Padahal, di dunia ini hanya Indonesia yang memiliki Pancasila. “Pancasila sebagai perekat pemersatu bangsa, kalau dilupakan maka membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa,’ ujarnya.

Pancasila salah satunya berfungsi untuk mempersatukan orang yang berbeda agama. Dengan  Sila Pertama, Ketuhanan yang maha esa,  semua bangsa  dapat menjalankan  agama dan kepercayaan maisng-masing. “Karena pancasila didesain, sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia menambahkan,  dengan memaknai peringatan tersebut, bangsa ini akan mampu mengembalikan Pancasila sebagai dasar negara yang saat ini cenderung mulai dilupakan. “Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini tentunya wajib dijadikan bahan perenungan tentang bagaimana bangsa Indonesia saat ini menggunakan Pancasila untuk hidup berbangsa dan bernegara, di tengah situasi krisis maupun disintegrasi moral dan mental,” tegasnya.

Peringatan tersebut penting dilaksanakan. Salah satunya, sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang telah mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. “Yang terpenting bahwa Pancasila itu lahir dari akar sejarah budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai historis dan falsafah luhur yang bersifat universal. Jadi, harus diperjuangkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu, Onsonuni membacakan ikrar kebulatan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sedangkan Inspektur Upacara dipimpin oleh Dandim Kota.(100)

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved