Pemkot Telusuri Aset Hilang

BENGKULU, BE – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Drs H Fachrudin Siregar mengatakan akan melakukan penelusuran terhadap aset daerah pemerintah kota Bengkulu yang hilang. “Kita sedang melakukan penelusuran dan verifikasi aset-aset yang mulai berkurang jumlahnya,” ungkap Fachrudin usai melaksanakan salat Zuhur berjamaah, di Masjid At-Taqwa, kemarin.

Penelusuran ini dilakukan dengan melakukan verifikasi dan itu telah dilakukan Pemkot semaksimal mungkin. Hasilnya 50 persen aset-aset tersebut telah terlacak keberadaannya.

“Pemerintah kota telah bekerja maksimal, alhasil 50 persen aset kota dapat dilacak, dan kondisinya ada yang sudah tidak layak dan rusak,” cetusnya.

Mantan Kepala Dinas Pertamanan, dan Kebersihan Kota Bengkulu itupun mengakui masih ada aset yang belum jelas keberadaanya, dan terus akan ditelusuri dari SKPD, orang perorang. Sehingga dimana keberadaan barang tersebut dapat ditemukan. Kita berharap dengan adanya tim tersebut, maka aset-aset yang ada dapat digunakan semaksimal dan dapat terjaga dengan baik.

Fachrudin juga mengatakan, jika ada beberapa aset yang ditemukan kondisinya tidak baik, pihaknya berencana untuk melakukan penghapusan.

Sementara itu, terkait temuan DPRD kota Bengkulu yang menemukan aset Dinas Kesehatan yang tidak jelas keberadaanya, dibantah Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Herwan Antony SKM MKes MSi.

Menurut Herwan, aset seperti barang bergerak sudah diverifikasi. Ada dua kendaraan yang memang masih digunakan oleh pensiunan pegawai Dinas Kesehatan, namun yang bersangkutan telah disurati sebanyak 3 kali, dan yang bersangkutan pun telah mengakui dan bersedia menyerahkan kendaraan tersebut ke dinas. “Si pengguna sudah datang ke Dinkes, dan sesuai rekomendasi dewan, aset tersebut akan segera ditarik, ” katanya.

Selain roda dua, Herwan juga mengakui ada aset yang dipegang oleh instansi lain yang diduga ada pemindahan tangan tanpa koordinasi yang jelas. “Dan sesuai dengan rekomendasi dewan, maka aset tersebut akan ditarik dan digunakan di lingkungan Dinas Kesehatan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi apa yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bengkulu, bahkan pihaknya saat ini tengah menindaklanjuti temuan tersebut. Dan tengah melakukan penelusuran yang selanjutnya untuk diverifikasi ulang. “Khusus aset-aset seperti berupa bangunan akan kita telusuri dan verifikasi kembali, dan saat ini banyak sertifikatnya yang tidak ada,” cetusnya.

Jika sertifikat aset tak bergerak itu tidak ditemukan, Dinkes telah mengajukan surat permohonan ke pemerintahan untuk pengusulan pembuatan sertifikat ulang, atau pemutihan. “Ada beberapa aset tak bergerak surat menyuratnya memang tidak jelas, asetnya ada tapi belum ditemukan sertifikatnya. Untuk itu kita akan ajukan sertifikat ulang ke pemerintah,” tandasnya. (247)