Pemkot Siaga Kabut Asap & Kekeringan

RIO-KABUT ASAP DI PAGI HARI- (1)

BENGKULU,BE – Beberapa waktu belakangan ini Kota Bengkulu mulai terpapar kabut asap. Musibah nasional ini mulai diwaspadai oleh masyarakat Kota Bengkulu.  Pemerintah Kota Bengkulu pun tidak tinggal diam dengan keresahan yang dirasakan oleh warganya. Asisten I Pemkot Bengkulu Drs. H. Hilman Fuadi, MM, memimpin rapat koordinasi untuk mengatasi kabut asap dan kekeringan di ruang kerjanya, kemarin (27/10).
SKPD terkait tampak serius mengikuti Rakor tersebut. Badan Lingkungan Hidup Kota Bengkulu menjadi leading sector untuk mengantisipasi kabut asap. Tergabung dalam tim tersebut Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Sekretariat melalui Bagian Umum dan Bagian Humas.
Dari Rakor tersebut terungkap bahwa posko monitoring BLH telah mendapatkan nilai indeks kabut asap yang melanda Kota Bengkulu. Indeks saat ini masih dalam rentang 51-100 yakni 71. Rentang tersebut masuk dalam kategori sedang.  Pada tingkatan indeks ini tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika.
Jika kategori udara tidak sehat masuk kedalam rentang 101 – 199. Dimana dalam rentang tersebut tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika. Pemkot melalui BPBD sudah menyiapkan 100 ribu masker bagi warga kota. Selain itu juga dinas kesehatan dan jajaran sudah mempersiapkan tindakan medis jika ada warga yang terkena dampak kabut asap.
BLH Kota Bengkulu akan terus memantau setiap hari kondisi cuaca dan kabut asap yang melanda kota Bengkulu. Pihak Dinas  Kesehatan, kecamatan, kelurahan dan puskesmas juga diminta untuk melakukan pantauan intensif terhadap keluhan masyarakat yang berkaitan dengan kabut asap.  Tim ini pun sudah menyiapkan call center mengenai kabut asap di nomor 081919277297.

Salat Istisqa’
Dalam Rakor tersebut Asisten I juga menyampaikan pesan dari Wakil Walikota Bengkulu untuk menyelenggarakan salat Istisqa’ atau sholat sunnah minta hujan. Diimbau kepada seluruh camat, lurah, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengajak warga dilingkungannya menggelar salat tersebut.
Sedangkan untuk lingkup Pemkot Bengkulu, salat ini digelar pada Rabu (28/10) di Masjid Akbar At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas setelah salat Zuhur.
“Kita mengajak MUI kota, alim ulama, PNS dan tenaga honor untuk melaksanakannya salat Istisqa’”, ujar Asisten I.
Salat Istisqa’ ini dianggap sangat penting karena kondisi kota Bengkulu khususnya sudah terlalu lama mengalami kemarau. Diharapkan hujan yang segera turun dapat mengurangi dampak kabut asap dan kekeringan.
Untuk mengatasi permasalahan keindahan taman-taman kota, Dinas Pertamanan, Pemadam Kebakaran dan Dinas Sosial kota akan bergotong-royong melakukan penyiraman.

Soal Asap, Gub Minta Maaf
Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah meminta maaf atas musibah kabut asap yang ikut menyebar di langit Bengkulu. Menurut pria yang akrab disapa UJH tersebut, asap yang menyelimuti bumi raflesia murni kiriman dari provinsi tetangga.
“Saya mohon maaf apabila tidak bisa menangani kabut asap ini. Ini murni hibah dari provinsi tetangga,” demikian disampaikan Junaidi di sela-sela rapat fasilitasi FKPD dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban Pemilukada Serentak di Provinsi Bengkulu, di Nala Sea Side, kemarin.
Junaidi mengatakan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Bengkulu sangat kecil. Sebab, tidak ada lahan gambut di wilayah ini. Kalaupun ada Karhutla, lanjutnya, hal tersebut merupakan akibat dari pembakaran saat pembukaan lahan oleh petani.
“Contohnya yang ditinjau di Enggano kemarin. Kebakaran karena pembukaan lahan,” ujarnya.
Kendati demikian, potensi kebakaran tetap tinggi karena musim kemarau yang masih melanda Bengkulu. Ia pun mengimbau agar semua lapisan masyarakt menjaga agar potensi api tidak terjadi. “Mari kita jaga agar tidak sembarang membuang puntung rokok,” pungkasnya. (609/805/Adv)