Pemkot Bengkulu Minta Tambahan Anggaran Samisake, Berikut Tanggapan DPRD

ernaBENGKULU, bengkuluekspress.com – Usulan penambahan anggaran program Satu Miliar Satu Kelurahan (samisake) yang diajukan Pemerintah Kota Bengkulu dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran s
Sementara (PPAS) RAPBD Kota Bengkulu tahun 2018 masih akan dikaji pihak DPRD Kota Bengkulu.

Ketua DPRD Kota Bengkulu Erna Sari Dewi membenarkan dari draft usulan yang diajukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bengkulu usulan penambahan program dana bergulir tersebut sebesar kurang lebih Rp 53 miliar untuk melengkapi kekurangan anggaran yang telah digulirkan sebelumnya.

Kendati demikian, menurut Politisi Partai Nasdem itu, sesuai kesepakatan akhir saat pengesahan revisi Perda nomor 12 tahun 2013.

“Sesuai kesepakatan akhir Perda Nomor 12 tahun 2013 Pemerintah Kota Bengkulu harus melengkapi piranti untuk penyaluran dana bergulir samisake yaitu dengan membentuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) dan LKP (Lembaga Keuangan Mikro). Selain itu, kita juga sudah meminta dilakukan audit khusus oleh BPK RI terhadap penyaluran dana bergulir samisake pada tahap pertama sebesar Rp 13,6 miliar yang sampai saat ini hasilnya belum kita terima. Disamping, kepastian pengembalian dana bergulir tahap pertama yang seharusnya sudah tercatat dalam pendapatan Pemerintah Kota Bengkulu secara keseluruhan,” jelas Erna Sari Dewi.

Sementara itu, menjawab tentang sikap dewan nantinya terhadap usulan penambahan anggaran tersebut, Erna Sari Dewi mengatakan dirinya tidak bisa memutuskan, karena kepastian menolak atau menyetujui akan dilakukan melalui mekanisme rapat paripurna.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa sampai saat ini proses pembahasan untuk RAPBD Kota Bengkulu tahun 2018 belum akan berjalan dan baru diagendakan untuk pembahasan KUA PPAS di tingkatan komisi yang kemudian dilanjutkan di tingkat Badan Anggaran DPRD Kota Bengkulu bersama TAPD Kota Bengkulu. (ibe)