Pemindahan Bunga Kibut Disesalkan

bunga-bangkai-
foto: ilustrasi

KABAWETAN, Bengkulu Ekspress – Adanya pemindahan bunga Kibut dari habitat aslinya di kawasan hutan Bukit Hitam oleh pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kabawetan, disesalkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sebab pemindahan bunga langkah tersebut dinilai sangat bertentangan dengan semangat melestarikan tumbuhan langkah yang selalu digencarkan pemerintah.

Dijelaskan Kepala Resort BKSDA Wilayah Kepahiang dan Taba Penanjung, Winarso SH, pihaknya sama sekali tak mengetahui adanya pemindahan bunga Kibut di area sekolah tersebut. “Sangat disesalkan, sebab tidak sembarangan bisa memindahkan tanaman itu dari kawasan habitat aslinya. Tidak sembarangan bisa asal dipindahkan,” tutur Winarso.

Lebih jauh Winarso mengatakan, akan mengecek lokasi pengambilan bunga langkah milik SMAN 1 Kabawetan. Jika nantinya diambil dari area kawasan Hutan Taman Wisata Alam (TWA) akan dilaporkan keatasan. Sebab untuk kawasan TWA tak sembarang orang bisa masuk. Apalagi harus memindahkan tanaman langkah yang berada didalamnya.

“Yang jelas kita akan cek terlebih dahulu, nanti mereka mengambilnya dari wilayah mana. Jika masuk TWA sangat-sangat kita sayangkan,” ungkap Winarso.

Winarso menuturkan, hari ini Senin (28/11) akan mendatangi SMAN 1 Kabawetan untuk melihat keadaan bunga kibut secara langsung.

“Kita lihat dulu besok ke wilayah sekolah, kita harap tidak ada lagi kejadian serupa,” ucapnya.

Menurut Winarso, bagi sekolah-sekolah yang ingin membudidayakan tanaman langkah bisa berkoordikasikan kepihak BKSDA. Sebab pihaknya memiliki kawasan penangkaran bunga-bunga langkah, seperti kibut.

“Di penangkaran Pagar Gunung kita memiliki bibit bunga kibut, makanya kita sangat sayangkan mereka mengambil dari kawasan hutan. Jika mereka berkoordinasi dengan kita tentunya kita bisa suplai dari area penangkaran,” tuturnya.

Sebelumnya, sebagai salah satu sekolah hijau (Green School) SMA Negeri 1 Kabawetan tersebut menata kawasan sekolah menjadi rimbun dipenuhi berbagai tumbuhan hijau. Hingga kawasan sekolah menjadi lebih sejuk dan segera dengan kondisi udara yang terjaga, berbagai tumbuhan banyak dibudidayakan mulai dari pepehonan hingga tanaman langkah seperti Bunga Kibut atau Titanium SP ada diperkarangan sekolah.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Kabawetan, Jonaidi MPd menuturkan, bunga kibut sudah ditanam disekolah sejak 2011-2012 lalu. Tanaman langkah tersebut didapat sekolah dari kawasan hutan Bukit Hitam kemudian ditanam sebanyak tiga titik dipekarangan sekolah sebagai wadah edukasi bagi siswa-siswa sekolah.

“Kita memberikan edukasi kepada anak, bila tanaman ini harus dilestarikan. Sebagai green school atau sekolah hijau tentunya kita melaksanakan pembudidayaan pohon-pohan ataupun bunga langkah,” jelas Jonaidi.

Dijelaskannya, bibit Bunga Kibut didapat oleh anak-anak pramuka saat melaksanakan heaking di wilayah hutan Bukit Hitam.

“Murid kita yang ikut pramuka mendapatkannya dikawasan Bukit Hitam, mereka mengambil bongkotnya kemudian kita tanam di lokasi sekolah,” ujarnya. (320)