Pemilik Senpi Rakitan SMS Polisi

Ari, Senjata api rakitan yang ditemukan saat diamankan di Mapolsek Bermani Ulu Rejang Lebong (2)

BERMANI ULU, BE– Diduga karena khawatir diamankan oleh pihak kepolisian lantaran memiliki senjata api rakitan. Seornag pemilik senjata api rakitan jenis laras panjang menyerahkan senjata api miliknya. Hanya saja, penyerahan yang dilakukan pemilik yang saat ini masih misterius tidak menyerahkan langsung senjata pai tersebut. Melainkan memberitahukan pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bermani Ulu melalui pesan singkat atau SMS.
Dalam SMS yang dikirim ke nomor call center Polsek Bermani Ulu menyampaikan bahwa terdapat senjata api di dalam got siring di Desa Tebat Pulau Kecamatan Bermani Ulu. Pesan tersebut diterima pihak Polsek Bermani Ulu Minggu (19/4) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah mendapat informasi tersebut, petugas langsung mengecek kelokasi, dan sekitar pukul 10.30 WIB, senjata api tersebut baru ditemukan. Saat ditemukan kecepek dengan gagang kayu warna cokelat tua itu dibungkus kain putih. Saat ini senpi ilegal itu sudah diamankan di Mapolsek BU.
“Senjata api ini kita temukan berdasarakn informasi pesan singkat yang kami terima. Setelah mendapat informasi tersebut kita langsung menindaklanjuti dan menemukan senjata api ini di dalam got sesuai dengan isi pesan yang kami terima,” ungkap Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto SH SIk melalui Kapolsek Beramani Ulu, Ipda Lilik Sucipto.
Hingga saat ini, pihaknya masih menyelidiki siapa pemilik senjata api tersebut, meskipun pasca mendapat sms, nomor pengirim sudah tidak aktif lagi. Untuk mengungkap siapa pemilik senjata api tersebut pihaknya telah mememriksa 10 warga. Ke-10 warga yang diperiksa tersebut adalah mereka yang ikut menyaksikan penemuan senjata api. Salah satunya adalah kepala Desa Tebat Pulau. Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara, pihaknya belum bisa menemukan atau menyimpulkan siapa pemilik senjata berbahaya tersebut.
“Kita sangat mengapresiasi sikap pemilik senjata api yang bersikap kooperatf untuk menyerahkan senjata miliknya kepada kita. Kita juga menghimbau kepada masyarakat yang masih memiliki senjata api lainnya untuk segera menyerahkan kepada kami, itu lebih baik dari pada nanti tertangkap tangan oleh petugas,” saran Lilik. (251)