Pemerintah Gagal Kurangi Kemiskinan

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi Bengkulu dinilai gagal mengurangi angka kemiskinan yang ada di Provinsi Bengkulu ini. Hal itu dikarenakan angka kemiskinan dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan, seperti angka kemiskinan per Maret 2015 menembus angka 334.070 jiwa atau 17,88 persen dari jumlah penduduk Bengkulu 2,2 juta orang. Angka tersebut naik dibandingkan dengan kemiskinan per Maret 2014 lalu yang berada diangka 17,48 persen.
“Harusnya angka kemiskinan ini semakin turun, tapi kita malah naik, ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu gagal dalam menekan angka kemiskinan,” kritik Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edi Sunandar kepada BE, kemarin.
Menurutnya, selama ini peran pemerintah dalam menekan angka kemiskinan nyaris tidak terlihat, meskipun banyak program yang dikucurkan, seperti memberikan bantuan untuk usaha kecil dan menengah, membagikan sapi kepada kelompok tadi, memberikan bibit sawit, karet dan berbagai program lainnya.
Edi pun menilai kemungkinan besar sederet program tersebut belum tepat sasaran atau belum menyentuk masyarakat kurang mampu yang berhak dan layak untuk menerimnya. Politisi Nasdem yang cukup vokal ini mengungkapkan, jika program tersebut tepat sasaran, maka dipastikan akan terlihat hasilnya yakni semakin meningkatnya perekonomian masyarakat.
“Indikator untuk melihat program itu berhasil atau tidak, kita tidak perlu melihat prosesnya, yang dilihat adalah hasilnya. Kalau hasilnya nyaris tidak ada, berarti program itu gagal,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap sejumlah program untuk mengentaskan kemiskinan tersebut agar dievaluasi sebelum direalisasikan tahun depan. Evaluasi itu dinilai tepat, karena seiring dengan mulainya masa kepemimpinan baru di Provinsi Bengkulu.
“Siapa pun gubernur dan wakil gubernur terpilihan nanti, kami harap bisa mengevaluasi program yang sudah berjalan selama. Jika program tersebut dinilai tidak efektif, maka sebaiknya buat program baru agar angka kemiskinan kita berkurang. Sebab, kemiskinan ini sangat berbahaya, karena kemiskinan bisa membuat orang menghalalkan segala cara untuk mencari makan,” harapnya.
Edi sendiri mengaku, pihaknya sebagai wakil rakyat akan mendukung penuh setiap program yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena itu, ia meminta kepada kepala daerah untuk tidak takut jika programnya tidak mendapat dukungan dari DPRD.
“Selagi program itu masuk akal dan bermanfaat kepada masyarakat luas, maka kami akan mensupport,” tukasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, Ir Buyung Azhari mengungkapkan, kemiskinan yang terjadi di Bengkulu ini bukan serta merta dikarenakan program pemerintah, melainkan karena tidak stabilnya perekonomian global terutama Amerika Serikat (AS), Eropa dan China.
Ia bahkan menyebutkan bahwa Indonesia dan beberapa negara di Asia saat ini dilanda krisis akibat prekonomian yang tidak stabil tersebut, bahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kian fluktuatif.
“Kita sedang krisis dan dan belum dipastikan kapan berakhirnya sebagai akibat dari krisis global,” ungkap Buyung. (400)