Pemberian Gelar Raja Pagaruyung Sultan B Najamudin

Prof Yusril, Raja-raja Nusanatra Dipastikan Hadir

DI PASAR PANORAMA

BENGKULU, BE  – Cagub Bengkulu Sultan Bahtiar Najamuddin, Sabtu besok (24/10) akan mendapat gelar raja dari Kerajaan Pagaruyung. Penganugerahan gelar tersebut dipastikan meriah karena beberapa tamu penting akan hadir seperti mantan Mensesneg Prof Yusril Ihza Mahendra dan sederet raja dari berbagai penjuru negeri. Acara itu juga dimeriahkan dengan penampilan Febri, bintang Pantura 2 dan pembagian doorprize.
Sesepuh Minang, Yunus Said yang bergelar Datuk Rajo Nan Kayo selaku Panitia Penganugrahan gelar raja tersebut menuturkan, sampai hari ini persiapan acara sudah menacapai 90 persen.
“Kami pastikan akan ramai, karena kami sudah menyebar ribuan undangan. Acara ini akan semakin menarik lantaran akan banyak kesultanan yang hadir dari penjuru Indonesia,” katanya, Kamis (22/10).
Disisi lain, Raja Alam Pagaruyung, Sutan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam mengingatkan agar masyarakat Minang di Bengkulu mendukung keluarganya sendiri Sultan Bahtiar Najamuddin sebagai Gubernur Bengkulu periode 2016 – 2021.
“Saya merasa orang Minang adalah orang yang arif bijaksana, dia tahu persis apa yang harus dia lakukan dan dia akan pilih karena dalam pepatah Minang raso ayik ke pamatang raso minyak ke kuali,” kata Sutan Muhammad.
Menurutnya, pemberian gelar raja untuk Sultan dilatari karena Sultan keturunan Raja Pagaruyung. Sehingga pemberian gelar raja untuk cagub nomor urut dua tersebut merupakan pemberian hak, dan tidak ada hubungan dengan pencitraan politik saat ini. Bahkan meski Sultan tidak ada jabatan sekalipun, pihak kerajaan masih akan tetap memberikan dia gelar raja.
“Yang perlu diketahui masyarakat bahwa Sultan Bahtiar Najamuddin ini adalah salah satu keturunan Pagaruyung. Jadi memberikan gelar kepada dia ini apakah itu pejabat atau tidak pejabat bukan masalah,” ceritanya.
Pemberian gelar pada Sultan nanti, kata dia, selain gelar raja sebagai keturunan juga sebagai kehormatan masyarakat Minang lantaran Sultan sudah berhasil mengabdi kepada Bangsa dan negara dengan track record dirinya terpilih sebagai anggota DPD RI Dapil Bengkulu hingga diparuh jabatannya menjadi Wakil Gubernur Bengkulu.
“Apalagi dia sekarang salah seorang pejabat jadi wakil gubernur di Provinsi Bengukulu. Jadi pemberian gelar kehormatan ini adalah suatu rasa syukur kami keluarga yang di Pagaruyung dengan masyarakat adatnya sekaligus tanda penghargaan kami pada anggota keluarga yangs sudah berbakti pada bangsa dan negaranya. Jadi itu dasar dan latar belakang kita memberikan gelar kehormatan itu,” paparnya.
//Sejarah Kerajaan
Sutan Muhammad membuka lembar demi lembar sejarah, dahulu di Bengkulu ada Kerajaan Sungai Lemau yang diserang oleh Aceh dan Portugis lantaran tidak kuat menghadapi gempuran dari lawan, Kerajaan Sungai Lemau meminta bantuan dari Kerajaan Pagaruyung.
“Dikirimlah sepasukan hulubalang dibawah kepemimpinan pasukan Sutan Maharajasakti (salah satu putra di Kerajaan Pagaruyung), Alhamdullillah dengan bantuan itu, Aceh dan Portugis dapat diusir. Dan saat Sutan Maharajasakti mau pulang, pemuka di Kerajaan Sungai Lemau meminta Sutan Maharajasakti dikawinkan dengan Putri Gading Cempaka,” ceritanya.
Beberapa periode, kondisi berbalik. Kerajaan Pagaruyung mengalami gonjang ganjing sehinga salah satu adik Sutan Maharajasakti yakni Tuanku Gagok mengungsi ke Bengkulu untuk mengamakan diri sekaligus menemui keluarganya yang ada di Bengkulu, tepatnya di Desa Rindu Hati, Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Kemudian Tuanku Gagok dikirim ke Rindu Hati, sebetulnya karena terjadi pergolakan besar-besaran di Minang Kabau, Tuanku Gagok dititah mengasingkan diri. Kenapa dia ke Bengkulu, karena saudaranya banyak di Bengkulu,” ceritanya.
Tuanku Gagok akhirnya memiliki keluarga dan anak keturunannya adalah Sutan Hyung yang memiliki anak lagi Sutan Yakoeb Bahtiar yang merupakan kakek kandung Sultan dan menjadi ketua DPR GR di Kabupaten Bengkulu Utara sekaligus ketua Presedium Pembentukan Provinsi Bengkulu.
//Serupa Kakek
Sultan Bahtiar Najamuddin sendiri bercerita dahulu waktu dia kecil, ibunya bercerita bahwa nama dirinya untuk mengenang kakek kandungnya Sutan Yakoeb Bahtiar, agar dia menjelma seperti sosok kakeknya.
“Kamu dulu kecilnya bernama Sutan tidak tidak pake L, nama kamu seperti kakekmu Sutan Yakoeb Bahtiar. Namun karena ada keturunan raja dan sudah didaulat nama Sutan berubah jadi Sultan,” kata Sultan mengutip perkataan ibu kandungnya, Nuraini.(400)