Pembelian Beras dari Petani Masih Rendah

Bengkulu
ARY/Bengkulu Ekspress Sejumlah petugas di gudang Bulog Sub Divre Rejang Lebong saat melakukan pengemasan Rastra sebelum disalurkan kepada keluarga penerima manfaat.

Maunya Harga Murah

CURUP, Bengkulu Ekspress – Pembelian beras dari petani yang dilakukan Bulog Sub Divre Rejang Lebong hingga pertengahan tahun 2017 ini masih terbilang rendah. Dimana saat ini pembelian beras petani yang dilakukan Bulog Sub Divre Rejang Lebong baru sebanyak 400 ton dari target mereka tahn 2017 ini sebesar 3 ribu ton.

“Hingga saat ini pembelian beras yang kita lakukan dari petani baru sebanyak 12 persen atau sekitar 400 ton dari target kita tahun ini sebanyak 3 ribu ton,” ungkap Kepala Bulog Sub Divre Rejang Lebong, Rudi Adlin Damanik.

Menurut Rudi, masih rendahnya realisasi pembelian beras yang dilakukan Bulog Sub Divre Rejang Lebong, disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya menurut Rudi adalah terkait dengan harga beras itu sendiri, dimana menurut Rudi saat ini harga beras ditingkat petani khususnya di Kabupaten Rejang Lebong terbilang tinggi dibandingkan harga beli yang telah ditetapkan pemerintah kepada Bulog yaitu sebesar Rp 7.300 per Kg, sedangkan ditingkat petani sendiri menurut Rudi bisa mencapai Rp 9 ribu per Kg.

“Harga beras ditingkat petani khususnya di Rejang Lebong ini terbilang tinggi, lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah sebesar Rp 7.300 per Kg, sehingga kita tidak bisa melakukan pembelian diatas tersebut,” terang Rudi.

Namun menurut Rudi, harga yang ada ditingkat petani tersebut adalah hal yang wajar, karena memang kualitas beras yang dihasilkan para petani di Kabupaten Rejang Lebong sangat baik sehingga harganya tinggi.

Lebih lanjut Rudi mengungkapkan, dalam hal pengadaan beras dari petani ini sendiri, pihaknya tidak hanya fokus membeli beras petani dari tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerja Bulog Sub Divre Rejang Lebong yaitu di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang, namun mereka juga banyak membeli beras dari luar tiga kabupaten tersebut bahkan sampai ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

“Untuk mencapai target pembelian beras ini, kita mengambil beras dari wilayah Bengkulu Selatan dan Kabupaten Empat Lawang,” paparnya.

Menurut Rudi, dalam pembelian beras dari petani ini, sebagian besar mereka ambil dari Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan yaitu dari kawasan Pasmah, karena menurut Rudi wilayah tersebut memang terkenal sebagai sentra produksi beras yang melimpah. Karena beras di kawasan tersebut melimpah sehingga harganya terbilang rendah dan masuk dalam HPP yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, untuk beras yang mereka beli dari petani ini sendiri, menurut Rudi beras yang dibeli dari petani tersebut akan disalurkan lagi kepada masyarakat dalam bentuk Beras Keluarga Sejahtera (Rastra).

Untuk diketahui pembelian beras yang dilakukan Bulog Sub Divre Rejang Lebong berdasarkan Inpres No.5/2015 tentang tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras. Dimana dalam pembelian beras ini pemerintah menetapkan harga pembelian sebesar Rp 7.300 per Kg.

Dalam Inpres tersebut juga diatur untuk pembelian gabah kering panen (GKP) dalam negeri ditingkatan petani dengan harga Rp 7.300 per kg, harga pembelian ditingkatan pengglingan Rp 3.750 per kg. Kemudian harga pembelian gabah kering panen (GKP) ditingkat penggilingan dalam negeri sebesar Rp 4.600 per kilogram dan harga pembelian di gudang Bulog seharga Rp 4.650 per kg.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*