Pembangunan SPAM Regional Dimulai 2016, Hasilkan 600 Meterkubik Per Detik

BENGKULU, BE – Setelah Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd, Walikota Helmi Hasan SE, Bupati Bengkulu Tengah Dr H Ferry Ramli SH MH dan Penjabat Bupati Seluma Drs Darpinuddin menandatangani memorandum of undestanding (Mou) tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM Kawasan Regional Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma beberapa hari lalu langsung ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu dengan merampungkan persiapan pelaksanaannya.
Proyek tersebut akan mulai dibangun 2016 mendatang dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dan Cipta Karya Kemen PU-Pera sebesar Rp 600 miliar secara multiyears hingga 2018 mendatang.
“Persiapannya terus kita lakukan, nanti awal tahun depan ditargetkan langsung memulai pembangunannya,” kata PPTK SPAM Regional Dinas PU Provinsi Bengkulu, Syarif Hidayat.
Menurutnya, pembangunan SPAM Regional tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, Pemdakab Bengkulu Tengah dan Pemdakab Seluma dengan bahan baku airnya dari limpasan PLTA Musi dan ditargetkan selesai 2019 mendatang.
Pembangunan fasilitas air baku sampai ke jaringan pipa ke pengolahan air akan menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kemen PU-Pera, sedangkan untuk pembangunan instalasi pengolahan  air hingga ke  jaringan pipa distribusi umum menjadi tugas Direktorat Jenderal Cipta Karya Kemen PU-Pera dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Sementara pada bagian hilir yakni wilayah pelayanan jaringan distribusi hingga sambungan langsung ke rumah-rumah masyarakat menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota masing-masing dari 3 daerah tersebut.
“Untuk anggaran dari pemerintah Provinsi Bengkulu dan pemerintah kabupaten dan kota lainnya belum diketahui, karena kemungkinan besar akan dimasukkan kedalam APBD 2016 atau mungkin 2017 karena bagian hilir akan kerjakan setelah semua saran dan prasaranannya selesai,” terangnya.
Hanya saja setelah SPAM Regional tersebut dioperasikan 2019 mendatang, tidak serta merta dibagi rata ke 2 kabupaten dan Kota Bengkulu, melainkan Kota Bengkulu akan mendapatkan volume yang paling besar yakni mencapai 90 persen, 60 persen untuk Kabupaten Bengkulu Tengah dan untuk Kabupaten Seluma 30 persen. “Mudah-mudahan pada 2019 target tersebut akan tercapai,” harapnya.(400)