Pembangunan Rumdin GGD Tertunda

Wakil Bupati Seluma Suparto Msi, saat menerima kunjungan dari tim manajemen Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk bersilatrahmi sekaligus sosialisasi dan mengajak Pemda Seluma, berperan mengakomodir BPJS Kesejatan bagi kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Seluma.
Wakil Bupati Seluma Suparto Msi, saat menerima kunjungan dari tim manajemen Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk bersilatrahmi sekaligus sosialisasi dan mengajak Pemda Seluma, berperan mengakomodir BPJS Kesejatan bagi kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Seluma.

TAIS, Bengkulu Ekspress – Besaran dana alokasi Khusus (DAK) yang diterima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seluma, belum diketahui. Masih harus menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk dan juknis penggunaan DAK afirmasi dari kementrian pusat. Imbasnya penggunaan DAK Afirmasi untuk pembangunan rumah dinas guru garis depan(GGD) tertunda untuk sementara waktu.

“Khusus DAK Afirmasi masih menunggu petunjuk penggunaan anggran tersebut yang akan membangun rumah dinas khusus GGD yang berada di pedalaman,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Seluma, Muksir Ibrahim SPd kepada Bengkulu Ekspress Kemarin (22/3).

Muksir menerangkan, pada 2018 ini DAK Kabupaten Seluma mengalami kenaikan dengan total Rp 15 miliar, sedangkan DAK afirmasi Rp 1,9 M. Dengan pembagian sebesar Rp 1,07 miliar untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp 845 juta.

Dirincikan untuk DAK SD sebanyak Rp 6,3 miliar. Dana ini untuk rehab ruang belajar sebanyak 11 sekolah dengan total Rp 2,8 M, Rehab Jamban untuk 10 Sekolah dengan anggran Rp 195 juta. Pembangunan ruang kelas baru(RKB) dengan jumlah sekolah 3 sekolah dengan anggran Rp 775 Juta. jamban Siswa dan sanitasi sebanyak 1 sekolah dengan anggran Rp 80 Juta. Serta mutu pendidikan pada SD dengan anggran rp 1,3 M. Sedangkan Dari DAK Avirmasi untuk 9 sekolah untuk pembangunan rumah dinas untuk SM3T di kabupaten Seluma dengan anggran Rp 1 M.

“Untuk sekolah penerima sudah di tetapkan jumlahnya melalui tim survey dari kementrian. Yang menjadikan Dapodik sebagai bahan untuk penerima DAK,” tegasnya.

Sedangkan DAK pada SMP reguler Rp 7,9 M dengan rincian rehab ruang belajar sebanyak 9 sekolah dengan anggran Rp2,6 M, pembangunan jamban sebanyak 3 sekolah dengan anggran Rp 568 Juta. rehab Jamban sebanyak 3 sekolah dengan anggran Rp 400 juta. pembangunan Lab IPA untuk 5 Sekolah dengan anggran Rp 1,5 M, Pengembangan perpus untuk 5 sekolah dengan anggran Rp 1,3 M.

Sedangkan untuk peningkatan mutu pendidikan SMP Sebesar Rp 678 Juta. Serta pada DAK Avirmasi untuk pembangunan mes atau rumah dinas bagi SM3T di kabupaten Seluma sebanyak 5 sekolah dengan anggran Rp 845 Juta. Selain itu, DAK Fisik SKB berjumlah Rp 974 Juta.

“Kita juga belum tahu mess GGD khusus di SM3T mau dibangun dimana, terpenting utntuk mereka yang berada di pedalaman,” sampainya.
Pembangunan mess untuk GGD harus mengacu kepada Surat Keputusan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (SK KPDT) tentang daerah terpencil dan terpelosok. Kabupaten Seluma masuk sebagai salah satu kawasan SM3T itu. (333)