Pembangunan Pelapis Tebing

CURUP, BE- Untuk mengantisipasi terjadinya longsor bahkan hingga menelan korban jiwa di Kabupaten Rejang Lebong. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2015 ini mengusulkan pembanguan pelapis tebing disejumlah titik rawan longsor.
Menurut Kepala BPBD Rejang Lebong, Masdar Helmi usulan pihaknya tersebut mereka sampaikan baik kepemerintah Provinsi Bengkulu maupun pemerintah pusat. Hal tersebut mereka lakukan mengingat dana di kabupaten Rejang Lebong sendiri sangat terbatas. “Tidak semuanya kita ajukan ke Provinsi maupaun pusat, ada beberapa titik yang kita perbaiki sendiri dari kabupaten, namun untuk yang berada di jalan negara maupun provinsi akan kita usulkan pada BPBD Provinsi Bengkulu maupun BPBN,” jelas Masdar.
Menurut Masdar Helmi, dalam program pembangunan yang dilakukan BPBD Rejang Lebong pada tahun 2015 ini. Selain melakukan pembangunan pelapis tebing yang baru juga memperbaiki selama ini sudah rusak.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk pembangunan yang menunggunakan dana dari APBD Kabupaten Rejang Lebong ada beberapa titik diantaranya, Pelapis Tebing untuk jalan Akhmad Marjudi di Kelurahan Timbul Rejo Kecamatan Curup. Kemudian di Desa Belumai Kecamatan Padnag Ulak Tanding, lalu elapis tebing jalan Sapta Marga Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan. “Untuk pelapis tebing yang ada dipinggir jalan khususnya jalan lintas Curup-Lubuk Linggau beberapa titik akan kita bangun diantaranya di Desa Muara Talita hingga Taktoi di Kecamatan Padang Ulak Tanding,” jelas Masdar.
Selain itu Masdar juga menjelaskan pembangunan akan dilakukan di beberapa titik baik di Desa Simpang Beliti dan Kepala Curup Kecamatan Binduriang, serta sejumlah titik rawan longsor lainnya yang berada dipinggir jalan provinsi yang ada di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.
Menurut Masdar, saat ini petugasnya tengah melakukan pendataan diseluruh kecamatan yang ada. Pendataan yang dilakukan bukan hanya pada titik longsor saja namun sejumlah jalan dan jembatan. Setelah dilakukan pendataan baru dilaporkan baik kepemrintah provinsi maupun pusat.
Sementara itu terkait dengan titik longsor yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Masdar Helmi menjelaskan dari 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong setidaknya ada enam Kecamatan yang dinyatakan rawan longsor. Keenam Kecamatan tersebut diantaranya Bermani Ulu, Curup Selatan, Sindang Beliti Ilir, Sindang Beliti Ulu, Binduriang dan PUT. Untuk Bindurian dan PUT ini khusus untuk jalan lintas Curup-Lubuklinggau. “Untuk masyarakat yang ada dienam Kecamatan tersebut kita minta untuk lebih waspada terutama saat musim hujan,” harap Masdar Helmi.
Untuk diketahui pada awal tahun 2015 ini Kabupaten Rejang Lebong mengalami bencana longsor disejumlah titik bahkan telah menelan korban jiwa sebanyak 5 orang. Longsor pertama yang menelan korban jiwa terjadi di Kecamaan Sindang Beliti Ulu pada 7 Februari lalu yang menewaskan 4 orang. Kemudian pada 11 Maret di Kawasan Kecamatan Bermani Ulu yang menewaskan satu orang warga.(251)